Kedai Rumah Merdeka di Jombang, Bangkit dari Perkumpulan Sastrawan

Mbak Pinut pengelola rumah dengan sajian makanan dan minuman baru dari kembang telang. ( M. Fa'iz H )
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com –  Membangun tempat perkumpulan pastinya sudah dirancang dengan harap membuka usaha. Seperti kedai atau kaffe sebagai contohnya. Mulai dari segi nama yang diambil aneh ataupun unik, hingga ketersediaan tempat atau menu yang sekreatif mungkin.

Itulah yang menjadi kebiasaan para pengusaha untuk menarik perhatian pelanggan. Terutama bagi pengusaha warung atau tempat yang seringkali dijadikan untuk bersantai.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

Hal itu berbeda dengan salah satu tempat yang berada di Jalan Agus Salim, Kelurahan Jombatan, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini. Tempat yang asing dengan sekumpulan orang yang berbeda, membuat tempat itu terpantau apik dan menarik.

Rudeka nama tempatnya, sementara Muhammad Alfan Suri pemilik rumahnya. Sebuah tempat yang bakal melukis sejarah dengan rumah yang bercorak kuno.

Seperti sampah yang dikelola menjadi tempat duduk, kayu disulap menjadi berbagai kesenian, dan banyak tumbuhan menyejukkan yang ditanami sekitar rumahnya.

Bermula dari mengikuti berbagai grup atau komunitas di berbagai kota. Membuatnya berfikir bahwa perkumpulannya tampak seringkali abstrak yang disebabkan tidak punya tempat singgah.

Sehingga pihaknya lebih mencari dan memilah tempat yang cocok untuk dijadikan tempat belajar dan perkumpulan para komunitas sastrawannya. Mulai dari ngopi di berbagai penjuru kota, hingga mengetahui sejumlah rasa dan proses pembuatannya.

Singkat kemudian pada awal bulan suci Ramadan tahun 2019 lalu menjadi suatu kisah. Dirinya menemukan tempat di tengah Kota Santri Jombang. Selain untuk belajar, pihaknya menyiapkan berbagai tanaman untuk dijadikan menu hidangan yang akan dikelola menjadi minuman.

Selain itu juga, menghias dan mendekorasi tempat tersebut dengan versi yang sesuai dengan benak pikiran seniman ataupun sastrawan. Sehingga jadilah tempat yang terlihat kedai dengan sejumlah karya dan tempat yang unik bercorak kekunoan.

Pria yang kerap disapa Alfan ini mengatakan, hal itu suatu kemerdekaan. Sehingga dia nyatakan rumah itu dinamakan Rumah Merdeka (Rudeka).

“Jadi kami itu semenjak mengikuti beberapa komunitas sastra di berbagai penjuru kota. Kami sempat berpikir bahwa tidak punya tempat singgah atau ‘Rumah’. Sehingga singkat kata menemukan tempat di Jombang yang menurut saya cocok dijadikan tempat berkumpulnya para warga sastrawan,”ujar Alfan kepada KabarJombang.com, Sabtu (5/6/2021)

“Setelah direnovasi dan beberapa tanaman sudah mulai bertambah, bagi kami bahwa hal ini suatu kemerdekaan. Maka dari itu kedai tersebut diberikan nama ‘Rumah Merdeka’. Pada saat itulah tempat ini dijadikan kedai yang dibuka untuk umum bukan hanya komunitas saja,” lanjut kisahnya.

Berdasarkan pantauan KabarJombang.com di lokasi. Tak heran, jika kedai tersebut kian menjadi tempat singgah pemuda yang ingin berkarya sesuai karirnya. Karena terdapat beberapa aktivitas atau acara yang digelar setiap minggu dan bulan.

“Tiap bulannya, dari kami pasti mengadakan acara. Mulai dari pembelajaran pantomim, pentas seni, malam puisi, wayang dan acara lainnya. Namun semenjak dimasa pandemi ini kami sedikit mengurangi. Dan bagi pengunjung diharuskan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Alfan di ruang tamu kedai Rudeka.

Ditempat yang sama, istri dari pengelola kedai yang disapa Mbak Pinut mengatakan, dirinya selalu mencari ciri khas yang berbeda terkait ketersediaan minuman atau makanannya.

“Kalau minuman es pasti tidak jauh dari memetik kembang dari tumbuhan yang ditanam. Seperti bunga rosela dan telang. Berbeda dengan kopi, berbagai macam kopi disini. Semua tidak dikelola secara instan ataupun bingkisan. Melainkan campuran dari beberapa rempah-rempah alam. Begitu juga makanan, ada nasi telang dan lainnya” ujar Pinut saat diwawancarai.

Maka dari itu, tak heran jika kedai tersebut selalu menerima kebanjiran pelanggan dan pelajar. Sangat asyik dan menarik untuk dijadikan tongkrongan santai. Sebab sudah memang dari corak rumahnya, citarasa menunya, serta beberapa karya-karya uniknya yang membuat pelanggan tak segan untuk bersinggah.

Diketahui bahwa di masa pandemi ini kedai tersebut hanya buka di beberapa waktu saja. Dengan tidak lupa para pengunjung untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

 

 

 

Berita Terkait