Terdampak Wabah Corona, Ini Strategi Hotel di Jombang Agar Tetap Eksis

Green Red Hotel Syariah, Jombang, Sabtu (22/8/2020).
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Bisnis perhotelan, satu di antara sekian banyak sektor bisnis terdampak wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Segala terobosan dan inovasi dicurahkan, agar bisa menutup pengeluaran operasional hotel.

Seperti dialami Hotel Syariah Green Red Jombang. Agar bisa bertahan, hotel yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan ini, membuka layanan breakfeast, tanpa menginap di hotel.

Baca Juga

Marketing Hotel Syariah Green Red Jombang, Dermawan (48) mengatakan, pembukaan layanan sarapan menu hotel tersebut, merupakan salah satu terobosan pelayanan hotel untuk menjaga kepercayaan para tamu.

“Selama ini kan breakfast include dengan kamar. Untuk itu pihak hotel ingin memberikan inovasi baru dengan all you can it. Jadi semua kalangan bisa melakukan pembelian breakfast tapa harus menginap di hotel dulu,” ujar Dermawan pada KabarJombang.com.

Jadwal pelayanan breakfeast, kata Dermawan, mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Soal harga, lanjutnya, juga terjangkau.

“Standar harga breakfeast di hotel ini Rp 35 ribu per orang (all you can it) atau seperti yang didapat di hotel biasanya. Sesuai dengan menu yang dipesan. Juga banyak benefit lain yang akan didapatkan,” bebernya.

Dermawan (48) mengaku, pendapatan hotel selama pandemi merosot signifikan. Karena kondisi, sejumlah staf hotel terpaksa dirumahkan. Namun, sejak adanya inovasi layanan tersebut, staf yang dirumahkan tersebut kembali beraktivitas, meski hanya di rumah.

Dikatakan, sebelum pandemi Covid-19, hotel yang sudah satu tahun beroperasi ini terus mengalami peningkatan. Pengunjungnya, lanjut dia, banyak dari luar kota, di antaranya Surabaya, Bali, Banyuwangi, Pontianak, Palembang, dan lainnya.

Rata-rata, pengunjung dari keluarga yang anaknya sedang mondok di Jombang. Namun, setelah pandemi Covid -19 ini agak berkurang tapi masih dalam batas aman. “Okupansi hotel sebelum pandemi, bagus mencapai 60 persen. Kemudian okupansi hotel menurun hingga mencapai angka 15 persen di masa wabah,” terang Dermawan.

Disinggung saat masa New Normal ini, Dermawan mengatakan, pendapatan hotel belum merasakan peningkatan yang signifikan. Namun, kata dia, tidak separah seperti saat tinggi-tingginya virus Corona mewabah di Jombang, beberapa waktu lalu.

Untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus di hotel, pihaknya mengaku sangat menjaga kebersihan dan kesehatan sesuai dengan arahan protokol kesehatan. Mulai dari cuci tangan, thermogun, face shield di front office, pembersihan menggunakan disinfektan setiap pagi, dan hand sanitizer yang ditempatkan di berbagai titik.

“Agar hotel tetap eksis dan bertahan di tengah pandemi, setiap hari kami melakukan evaluasi, terutama saran dari tamu. Dan kami juga tidak berhenti untuk berinovasi,” tandasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait