Banyak Temuan Benda Kuno di Wilayahnya, Pemdes Kesamben Ngoro Berencana Bangun Museum Desa

Foto: Sokib, juru kunci Makam Islam yang menemukan 2 sumur jobong ketika sedang menggali makam untuk keperluan pemakaman Warga Dusun Padar. (Wahyu/KabarJombang).
  • Whatsapp

NGORO, KabarJombang.com – Temuan benda kuno yang sering ditemukan di wilayah Pemakaman Islam, Dusun Padar Kidul, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, menjadi salah satu dampak positif bagi warga setempat. Sebab, penemuan tersebut akan memberikan pengetahuan baru terkait benda-benda kuno, dan kegunaan benda tersebut ketika masa lampau.

Wandoko Sungkowo Yudha selaku Kepala Desa Kesamben akan memanfaatkan temuan tersebut dengan mendirikan museum desa di sekitaran Pertirtaan Sumber Beji.

Baca Juga

“Rencananya temuan-temuan peninggalan sejarah yang ada di Desa Kesamben akan saya kumpulkan dan akan kami buatkan galeri museum bersejarah,” ujarnya.

Penemuan terbaru yang berhasil ditemukan oleh salah satu warga Dusun Padar Kidul, berupa 2 benda sumur kuno atau disebut sumur joblong di area pemakaman Islam Dusun Padar Kidul, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Kedua sumur tersebut ditemukan dalam kondisi yang berbeda. Satu sumur kuno terlihat masih utuh, dan satunya terlihat sudah mengalami keretakan.

Sumur joblong ditemukan oleh Sokib selaku juru kunci makam Islam pada hari Senin pagi ( 28/7). Ia berhasil menemukan benda tersebut ketika menggali kubur. 2 sumur kuno terkubur 1,5 m di kedalaman tanah.

Terlebih lagi, pernah ditemukan benda kuno lainnya. Seperti, koin kuno ( koin gobog), kendi, Lampu kuno, Piring, dan kelat bahu. Jarak penemuan 2 sumur kuno yang berlokasi di makam islam Dusun Padar Kidul dengan Pertirtaan Sumber Beji, berjarak hanya 2,5 km.

Wandoko juga menanggapi banyaknya temuan yang sudah berhasil ditemukan oleh warga, ditambah dekatnya jarak situs Pertirtaan Sumber Beji dengan wilayah penemuan, membuatnya berencana membangun galeri museum di sebelah barat situs Pertirtaan Sumber Beji.

“Semua penemuan yang sudah berhasil ditemukan oleh warga, termasuk 2 sumur kuno yang baru saja ditemukan. Nantinya akan kami buatkan galeri museum desa di sebelah barat situs Pertirtaan Sumber Beji. Namun kami harus berkordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait seperti dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang dan pihak Dinas Pelestari Cagar Budaya, BPK” ujarnya.

Ia juga menjelaskan maksud dan tujuan perencanaan pembuatan galeri museum untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat desa Kesamben, terlebih kepada generasi muda.

“Nantinya galeri museum desa akan difungsikan sebagai tempat edukasi kepada masyarakat, khususnya masyarakat muda agar mereka mengerti bahwasanya Desa Kesamben memiliki peninggalan-peninggalan dari leluhur kami. Selain itu, mereka mampu mengetahui benda-benda yang ada di masa lampau. Rencananya galeri museum desa akan dilaksanakan tahun depan, namun kami harus berkordinasi terlebih dahulu dengan dinas terkait dan para warga Desa Kesamben,” paparnya.

Sementara itu, Dikonfirmasi terpisah, Vidi Susanto selaku Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Wilayah XI Jawa Timur juga membenarkan adanya temuan itu.

“Jadi benar, memang ada laporan terkait hal tersebut, lokasinya di Kesamben dari info awal yang didapat,” ujarnya.

Vidi menjelaskan, dari informasi awal lokasi ditemukannya Sumur Jobong itu tak jauh dari lokasi temuan serupa. Ya, di tahun 2022 lalu, warga juga sempat menemukan benda serupa di Dusun Padar.

“Kalau informasi jupel Sumberbeji, lokasi itu berdekatan dengan temuan yang jobongnya diamankan dan direkonstruksi di galeri CB di dinas P dan K Jombang,” tutupnya.

Berita Terkait