Angin Segar dari Kanvas 13 Karya Terjual, Pameran Membentang Ijo-Abang ke-10 Beri Harapan Baru bagi Seniman Muda

Foto : Suasana pemeran lukis Membentang Ijo Abang ke-10 yang diadakan Komunitas Pelukis Jombang di Gor Merdeka. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Setelah lima hari memamerkan warna, ide, dan semangat dari para perupa lintas generasi, Pameran Lukisan ‘Membentang Ijo-Abang ke-10’ resmi berakhir pada Minggu malam (3/8/2025). Namun semangatnya tak berhenti di sana. Kabar menggembirakan datang dari Ketua Komunitas Pelukis Jombang (Kopijo), Anas, yang menyebut sebanyak 13 karya berhasil terjual selama gelaran berlangsung.

“Alhamdulillah, ini capaian yang sangat kami syukuri. Dari 13 karya yang terjual, 10 di antaranya adalah karya anak-anak peserta lomba GenArt 2025,” ujar Anas saat dikonfirmasi pada Senin pagi (4/8/2025).

Baca Juga

Total transaksi mencapai kisaran Rp17 juta, angka yang menjadi bukti bahwa apresiasi terhadap seni lokal kian tumbuh, bahkan untuk karya dari tangan-tangan muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer pameran profesional.

Karya yang terjual bukan hanya milik seniman senior. Justru, sebagian besar diborong dari lomba lukis GenArt 2025 yang melibatkan pelajar SD hingga SMA. Hal ini, menurut Anas, menunjukkan bahwa kualitas karya anak-anak Jombang patut diperhitungkan.

“Ini juga jadi validasi bahwa generasi muda punya potensi besar di dunia seni rupa, tinggal bagaimana kita terus fasilitasi ruang-ruang ekspresi seperti ini,” tambahnya.

Beberapa karya yang berhasil menarik minat kolektor di antaranya:

‘Bismillah’ karya Lukman Hakim

‘Flores’ karya Nina ID

‘Bupati Jombang’ karya Yayan

dan 10 karya dari siswa-siswi dalam ajang GenArt 2025.

Pameran ini juga memperlihatkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Dari total 13 lukisan yang laku, tujuh dibeli oleh Sumrambah, mantan Wakil Bupati Jombang yang dikenal sebagai pegiat seni. Sementara empat lainnya dibeli oleh pengunjung lokal Jombang, satu karya diboyong langsung oleh Bupati Jombang Warsubi, dan satu lukisan lagi dibeli oleh kolektor asal Kabupaten Sidoarjo.

Mengangkat tema ‘Metafora’, pameran ini bukan hanya menampilkan karya rupa, melainkan juga menyampaikan simbol dan harapan baru atas lahirnya generasi kreatif yang tumbuh dalam suasana inklusif. Dukungan penuh dari pemerintah daerah, terlihat dari kehadiran Bupati Warsubi hingga jajaran Forkopimda, memberikan atmosfer yang kondusif bagi perkembangan ekosistem seni di Jombang.

“Ini bukti bahwa kepemimpinan baru di Jombang punya keberpihakan terhadap seni. Semoga ini jadi awal dari banyak ruang kreatif lainnya yang lahir,” kata Eko Utomo, pembina Kopijo.

Pameran ini bukan hanya menjadi ajang menampilkan karya, tetapi juga ruang belajar dan perjumpaan. Anak-anak belajar tentang proses artistik, masyarakat belajar tentang keberagaman ekspresi, dan pemerintah belajar tentang pentingnya mendukung ekosistem budaya secara konsisten.

“Membentang Ijo-Abang ke-10 telah selesai, tapi jejaknya belum usai. Dari kanvas-kanvas itu, lahir harapan, jaringan, dan motivasi baru. Bagi para pelukis muda, mungkin ini adalah awal dari perjalanan panjang mereka dalam menuangkan warna di panggung seni Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait