Tak Punya SIM, Berjualan Miniatur Mobil Warga Perak Jombang, Ngonthel

Tajuddin saat ditemui berjualan miniatur mobil dari kayu hasil karyanya di Jombang. (Diana KN).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com– Karena tak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Tajuddin (71) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang menggunakan sepeda onthel (ngonthel) berjualan hasil karnyanya miniatur mobil yang terbuat dari kayu.

Tajuddin beralasan, ia merasa takut jika berkeliling  berjualan miniatur mobil dengan menggunakan motor. Hal ini karena tidak melengkapi surat-surat dalam berkendara saat menjajakan hasil karyanya tersebut.

Baca Juga

ucapan idul fitri kapolres jombang
ucapan idul fitri sadarestuwati
ucapan idul fitri PUPR
ucapan idul fitri Bappeda Jombang
Ucapan Idul Fitri Jombang
iklan bank jombang kredit
ucapan idul fitri BPKAD jombang
ucapan idul fitri BKDPP jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
ucapan idul fitri Disdik jombang
ucapan idul fitri dishub jombang
ucapan idul fitri PKB
ucapan idul fitri kemenag jombang
ucapan idul fitri satpol pp jombang

“Bisa naik motor, tapi takut karena gak punya SIM. Makanya berjualan dengan naik sepeda saja yang penting bisa menjual miniatur mobil ini, “tuturnya pada KabarJombang.com Senin (3/5/2021).

Nampak beberapa miniatur mobil yang dihasilkannya dijejernya rapi di atas sepeda yang dikayuh mulai dari rumahnya. Terlihat sekitar enam miniatur yang dibawanya.

Di antaranya mulai dari miniatur mobil VolksWagen, dan model mobil klasik lainnya dengan keunikan dan wujudnya mewah.

“Berkarya membuat miniatur ini sudah sekitar 13 tahun. Tapi jiwa seni saya rasakan sudah ada sejak umur 8 tahun, saya sudah mulai suka membuat hasil karya seni,”katanya.

Seluruh hasil miniatur mobil yang dibuatnya merupakan asli hasil karya tangannya. Untuk sebuah miniatur mobil,  Tajuddin harus memerlukan waktu hingga delapan hari.

“Semuanya saya buat sendiri, pernah dikasih alat sama orang dari Jakarta, tapi tidak saya pakai karena lebih nyaman dengan tangan sendiri. Semuanya dari kayu butuh waktu delapan hari membuat satu miniatur,”ungkapnya.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Tajuddin adalah salah satu dari yang terdampak dari virus asal Wuhan tersebut.

Sebelumnya, dirinya dapat menjual miniatur mobil tersebut lewat online yang dapat dikirim hingga luar Jawa. Namun saat ini diakuinya sepi dan dijualnya miniatur dengan berkeliling kota Jombang.

“Sebelumnya bisa jualan online sampai luar Jawa apalagi dulu habis masuk Laptop Si Unyil dunia kayu itu ramai pembeli. Sekarang jarang orang nyari online dan tetap saya jualannya begini, ini tadi laku sebuah,”ujarnya.

Satu unit miniatur mobil miliknya sehrga Rp 300 ribu hingga Rp 350 ribu. Menurutnya bukan sesuatu yang murah. Namun dirinya berharap agar tidak melihat harga kayunya. Akan tetapi melihat ide dan kreatifitas yang dituangkannya dalam sebuah karya yang mewah.

“Kalau yang melihat miniatur ini orang biasa tanpa melihat dari segi seni melihatnya pasti terlihat mahal. Tapi saya ingin orang tahu bukan dari kayu yang saya gunakan. Namun hasil karya saya yang butuh delapan hari membuatnya yang dilihat,”terangnya.

“Sebelum pandemi, satu miniatur bisa saya jual di museum angkut dan online lewat google dan facebook bisa mencapai Rp 400 ribu hinga Rp 450 ribu. Tapi ini saya jual Rp 300 sampai Rp 350 ribu yang penting bisa laku,”pungkas Tajuddin.

 

Berita Terkait