Kilas Balik Bioskop Jadul Jombang yang Melegenda 

Salah satu gedung bioskop plaza di Jombang yang sudah tak terpakai. (KabarJombang.com/Daniel Eko).
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Menikmati nonton bersama di layar lebar adalah hal yang mengasyikan. Demikian ini dirasakan sejak era 60an hingga saat ini.

Bisokop atau yang dikenal tempat menonton film secara bersama. Di Kabupaten Jombang bioskop ada diperkirakan pada tahun 1960.

Baca Juga

Adapun diantaranya Bioskop yang ada di Jombang adalah Bioskop lama daerah Ploso, Bioskop Basuki yang saat ini menjadi Mitra Wwalyan, Bioskop Ria di barat Ringin Contong, dan Bioskop Plaza.

“Bioskop lama itu ada di Ploso dan paling tua dekat pertigaan Polsek Ploso. Namun saat ini bangunanya sudah roboh,” ungkap Dian Sukarno Budayawan asal Jombang.

Bioskop ternama di Jombang kota  kala itu, antara lain Bioskop Ria dan Basuki. Bioskop Basuki berganti menjadi Cineplex 21 pada tahun 1989 dan memiliki tiga screen atau layar.

Setelah adanya Cineplex itu baru disusul adanya Bioskop Plaza. “Dulu saya pernah nonton bioskop ke Basuki tapi waktu itu gratis dengan rombongan sekolah tahun 1989 dalam rangka Hari Pahlawan kalau tidak Hari Pendidikan,”ceritanya.

Dian menambahkan, kala itu harga tiket masuk ke bioskop sekitar Rp 75 hingga Rp 150. Suasana bioskop tentunya sangat berbeda pada era itu dengan saat ini, terutama pada kursi yang digunakan.

Perbedaan mencolok terlihat pada Bioskop Basuki dan Ria, pasalnya masih begitu sederhana dan kuno.” Dulu di Bioskop Ria itu ada hewan tinggi di kursinya,” imbuhnya.

Selain itu, perbedaan yang nampak sekali adalah baliho atau banner. Di saat ini promosi film bisa menggunakan baliho ataupun billboard. Sementara waktu itu menggunakan pelukis jalanan dengan media kain blacu.

“Waktu itu pengumuman filmnya sampai ke desa-desa menggunakan pengeras suara sambil melemparkan poster kecil-kecil. Itu keliling desa biar ada yang melihat,” jelas Budayawan Jombang ini.

Pada masa kejayaannya, film yang digemari penduduk Jombang antara lain film India dan film nasional seperti Benyamin, Rhoma Irama, dan Warkop DKI.

Sementara untuk Bioskop Cineplex 21 dengan Bioskop pada era saat ini dikatakan Dian, hampir sama. Mulai dari kursi, screen, serta kualitas suara yang dihasilkan.

Dari titik kejayaaanya pada tahun 1980 hingga pada tahun 1990. Seiring berjalannya waktu, memasuki tahun 2000an bioskop di Jombang mengalami masa suram dan mulai ditinggalkan peminat.

Terpantau, salah satu gedung bioskop yang tak terpakai yakni Bioskop Plaza. “Plaza ini setelah tak terpakai, sempat dipakai anak-anak teater,” katanya.

Seiring perkembangan zaman, seperti teknologi VCD hingga smartphone yang mudah diakses dan dinikmati kapan saja dan dimana saja. Membuat Bioskop di Jombang tak bergeliat lagi.

 

 

 

INSTAGRAM

Berita Terkait