Belum Masuk Lelang, Revitalisasi Alun-Alun Jombang Terancam Molor

Belum Masuk Lelang, Revitalisasi Alun-Alun Jombang Terancam Molor
Alun-alun Jombang yang bakal direvitalisasi.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Revitalisasi Alun-alun Jombang sepertinya bakal molor dari target yang ditetapkan. Sebab, hingga penghujung bulan Juni 2021, proyek senilai Rp9,7 miliar itu, belum juga masuk ke meja lelang.

Padahal dibutuhkan waktu yang cukup dalam proses lelang nantinya. Informasi yang dihimpun, proses lelang tender proyek Pengadaaan Barang dan Jasa (PBJ) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sekretariat Pemkab Jombang kurang lebih sekitar 60 hari. Mulai dari awal pemberkasan hingga proses verivikasi dan penetuan pemenang lelang.

Baca Juga

“Kurang lebih sekitar 6 minggu proses tendernya, namun jika waktu agak longgar verivikasi akan lebih baik. Agar pemenang tender itu benar-benar qualified dan berpengalaman,” kata sumber di internal Pemkab Jombang, Senin (28/6/2021).

Sumber menyebut, jika durasi waktu dalam proses lelang tender pengadaan barang terlalu mepet, dikhawatirkan jika pemenang tender menawar di bawah angka 80% dari pagu yang ditetapkan. Jika penawaran di bawah itu, maka dibutukan kejelian dan ketelitian untuk memutuskan pemenang tender.

“Jangan sampai ada yang nawar begitu rendah kemudian pengerjaannya asal-asalan. Nantinya Pemkab sendiri yang dirugikan kalau seperti itu. Kalau lelang awal bulan depan, otomatis pengerjaan bulan September, jadi hanya ada waktu 3 bulan untuk mengerjakan proyek itu,” imbuhnya.

Tak kunjung ditenderkannya proyek revitalisasi Alun-alun Kota Santri ini diduga akibat proses perencanaan yang lambat. Semestinya, pasca diprogramkan pada awal tahun 2021 lalu, perencanaan proyek harus segera dilakukan. Sehingga proses lelang proyek bisa dilakukan sebelum pertengahan 2021.

“Kalau perencanaan bagus semestinya tidak seperti ini. Saya menduga ini karena konsultannya tidak begitu mengerti konstur dan nilai-nilai Jombang, sehingga agak kebingungan. Kalau tidak salah konsultannya dari Jakarta,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai ASN ini.

Bahkan, lanjut sumber, pada pertengahan Juni 2021, Pemkab Jombang sempat mengirimkan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Jakarta untuk bertemu dengan konsultan perencanaan proyek Alun-alun Jombang. Diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Kepala Bappeda Kabupaten Jombang.

“Iya setahu saya begitu. Kalau tidak salah di Jakarta itu tanggal 14 Juni lalu. Karena perencanaannya tidak kunjung jadi, bahkan maketnya saja belum selesai sampai sekarang,” ungkap sumber.

Pria yang sudah bertahun-tahun mengabdi di Pemkab Jombang menyayangkan, mengapa konsultan perencanan proyek strategi itu harus mengambil dari luar daerah. Padahal menurutnya banyak konsultan perencana lokal Jombang yang tak kalah mumpuni.

“Kenapa harus pakai konsultan dari Jakarta, padahal dari Jombang sendiri banyak konsultan yang bagus, atau mungkin ambil dari Surabaya biar mudah komunikasinya,” sesal sumber.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen proyek revitalisasi Alun-alun Jombang Ahmad Rofiq menyatakan jika tak kunjung dilelangnya proyek pengandaan ini disebabkan karena kehati-hatian. Sebab, revitalisasi Alun-alun Jombang banyak melibatkan kepentingan publik yang mesti diwadahi.

“Kita laksanakan pada pertengahan tahun karena desain Alun-alun ini banyak melibatkan kepentingan publik. Sehingga banyak pertimbangan dan kehati-hatian agar tidak menggeser fungsi alun-alun,” kata Rofiq.

Disinggung terkait kebenaran jika hingga kini maket Alun-alun Jombang yang dibuat konsultan perencanaan tak kunjung jadi, Rofiq berdalih jika konsultan perencana sudah membuatnya. Walapun dalam proses pembuatannya memerlukan cukup waktu karena pemilihan konsep revitalisasi yang menyesuaikan anggaran.

“Akhir bulan ini harus masuk ke Pokja, kalau tidak begitu waktu akan habis. Kita belum mengirimnya secara resmi,” katanya.

Sekedar diketahui, untuk revitalisasi Alun-alun Jombang menggunakan konsultan perencana dari Jakarta, PT. Sugitex Indo Tama, konsultan teknik dan manajemen dilakukan secara pengadaan langsung. Biaya yang dikeluarkan untuk perencanaan proyek revitalisasi Alun-alun Jombang ini sebesar Rp95 juta.

iklan bank jombang berita

TIMELINE BERITA

Berita Terkait