JOMBANG, KabarJombang.com – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang masa khidmat 2026-2028 resmi memulai nakhoda baru. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang pada Minggu (19/4/2026) sore, prosesi pelantikan ini menjadi titik awal komitmen besar organisasi dalam merestrukturisasi pola pengaderan pelajar di Kota Santri.
Di bawah kepemimpinan baru, persoalan kaderisasi menjadi rapor merah yang siap diperbaiki. Ketua PC IPNU Jombang, M. Husein Al-Kahfi, mengakui adanya tantangan besar terkait penurunan grafik pengaderan belakangan ini. Ia menegaskan bahwa jantung organisasi, yakni kaderisasi, akan menjadi prioritas paling mendesak.
“IPNU-IPPNU harus mampu hadir sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelajar. Selain itu, organisasi juga dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan di tengah perubahan,” ungkap Husein.
Komitmen ini muncul sebagai respons atas evaluasi internal mengenai penurunan kualitas dan jumlah anggota. Husein optimistis bahwa dengan strategi yang tepat, IPNU-IPPNU akan kembali menjadi magnet bagi pelajar.
Senada dengan upaya pembenahan tersebut, Ketua PC IPPNU Jombang, Anni Fatuzulcha atau yang akrab disapa Fafa, menekankan bahwa kualitas kader harus tercermin dari karakter dan ketangguhan personal, khususnya bagi pelajar putri.
“Perempuan memiliki peran penting sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan. Ia berharap kader IPPNU tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang,” ujarnya.
Fafa juga mengingatkan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak hanya diukur dari atribut, melainkan internalisasi nilai. “Nilai-nilai ke-IPPNU-an harus tetap tertanam dalam diri setiap kader. Ia menekankan bahwa identitas tersebut tidak selalu harus ditunjukkan melalui atribut, tetapi dapat tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PW IPNU Jawa Timur, Rafli Rifky Reza, mengingatkan bahwa pembenahan kaderisasi saat ini harus berhadapan dengan disrupsi teknologi yang menurunkan minat organisasi secara konvensional.
“Kondisi tersebut menuntut IPNU-IPPNU untuk lebih inovatif dan kreatif dalam merancang program. Oleh karena itu pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat gerakan organisasi, bukan sebagai hambatan,” jelas Rafli.
Untuk menyokong ambisi pembenahan kaderisasi tersebut, PC IPNU IPPNU Jombang merangkai pelantikan ini dengan Halal Bihalal bersama Majelis Alumni. Dukungan dari para senior dipandang sebagai pilar stabilitas organisasi.
“Kami sangat berharap alumni terus berperan aktif dalam mendukung organisasi, baik melalui arahan, bantuan, maupun jaringan relasi. Keterlibatan alumni menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan IPNU-IPPNU,” pungkas Husein.
Melalui sinergi antara nasihat alumni, inovasi digital, dan fokus pada penguatan basis kader, kepengurusan periode ini diharapkan mampu membawa IPNU IPPNU Jombang keluar dari tren penurunan dan menjadi organisasi yang lebih adaptif.









