Tak Ada Lagi Perpeloncoan, MPLS Ramah Sambut 17 Ribu Siswa Baru di Jombang

Para peserta MPLS dari SMKN 1 Jombang. (Istimewa)
Para peserta MPLS dari SMKN 1 Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebanyak 17.009 peserta didik baru jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Jombang resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Selama lima hari ke depan, seluruh sekolah diminta melaksanakan MPLS Ramah yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan maupun perpeloncoan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Jombang, Ulil Muamar, mengatakan pelaksanaan MPLS berlangsung mulai Senin hingga Jumat sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga

Menurutnya, konsep MPLS Ramah bertujuan memberikan pengalaman pertama yang positif kepada peserta didik baru sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Anak-anak harus merasa nyaman berada di sekolah. Tidak boleh ada bullying maupun perpeloncoan. Nilai-nilai seperti salam, sopan, santun, dan saling menghormati menjadi bagian penting yang ditanamkan selama MPLS,” ujar Ulil saat ditemui di SMKN 1 Jombang, Senin (13/7/2026).

Ulil menjelaskan seluruh kepala sekolah telah memperoleh arahan terkait pelaksanaan MPLS Ramah. Selain itu, Cabdindik bersama pengawas sekolah akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan.

Ia menambahkan, pihaknya berharap para peserta didik dapat memulai tahun ajaran baru dengan semangat belajar tinggi, merasa aman selama berada di sekolah, serta menikmati proses pembelajaran sejak hari pertama.

“Kami ingin peserta didik datang ke sekolah dengan semangat belajar yang tinggi, merasa aman, dan dapat belajar dengan gembira. Karena itu pelaksanaan MPLS akan terus dimonitor agar benar-benar sesuai aturan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jombang, Abdul Muntolib, mengatakan sekolahnya menerapkan konsep MPLS yang berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah tanpa adanya aktivitas yang merendahkan atau memberikan tekanan kepada siswa baru.

Ia menilai kesan pertama di lingkungan sekolah menjadi faktor penting dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.

“Tujuan MPLS adalah agar anak-anak mengenal lingkungan sekolah dengan rasa senang dan bahagia. Dengan begitu mereka memiliki persepsi yang baik terhadap sekolah sejak awal,” ungkap Abdul.

Abdul mengungkapkan seluruh agenda MPLS telah disiapkan bersama tim kesiswaan dan OSIS dengan mengacu pada petunjuk teknis pemerintah. Pada hari pertama, para siswa baru juga mendapatkan penyuluhan dari Kejaksaan mengenai bahaya perundungan sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.

Menurutnya, budaya perpeloncoan sudah tidak lagi mendapat tempat di SMKN 1 Jombang. Sebaliknya, pengurus OSIS diberi tanggung jawab untuk mendampingi peserta didik baru mengenal berbagai fasilitas sekolah, mulai dari perpustakaan, ruang praktik, ruang kurikulum hingga layanan kesiswaan.

“Tugas kakak-kakak OSIS adalah mendampingi dan membimbing adik kelas agar mereka cepat mengenal lingkungan sekolah dan tidak merasa canggung,” jelasnya.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 1 Jombang menerima sebanyak 612 siswa baru yang tersebar di sejumlah program keahlian, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, Perbankan, Manajemen Perkantoran, dan Perhotelan. Dari total tersebut, sekitar 75 siswa merupakan laki-laki, sedangkan sisanya perempuan.

Berita Terkait