JOMBANG, KabarJombang.com- Misteri kasus tabrak lari yang menewaskan seorang penumpang sepeda motor di depan SPBU Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Setelah melakukan penyelidikan intensif, Satlantas Polres Jombang berhasil menangkap pengemudi truk yang melarikan diri usai kejadian.
Kecelakaan maut tersebut terjadi Rabu malam (3/12/2025), pukul 23.16 Wib, ketika kendaraan truk yang melaju dari arah utara diduga hendak berbelok memasuki area SPBU. Saat bersamaan, sepeda motor Yamaha Vega bernopol N 2517 II melaju dari arah selatan hingga benturan keras tidak dapat dihindarkan.
Akibat insiden itu, Nur Aini Ducha (34), warga Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, yang merupakan penumpang sepeda motor, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara pengendara motor, Thomas (36), mengalami luka-luka dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang.
Usai kejadian, pengemudi truk dengan nomor polisi S 9057 WI sempat kabur. Namun, berdasarkan hasil penyelidikan tim Gakkum Satlantas Polres Jombang, pelaku yang diketahui bernama Jefri (31), seorang pedagang asal Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, berhasil diamankan, Kamis (4/12/2025) selepas kejadian laka.
“Polisi menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi dan memeriksa sejumlah saksi kunci. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, truk beserta pengemudinya ditemukan berada di Dusun Butuh, Desa Pandanwangi, selanjutnya sopir beserta bb diamankan di kantor Satlantas,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, saat dikonfirmasi, Selasa (9/12/2025).
Alasan pengemudi melarikan diri selepas kejadian laka yang menyebabkan satu orang meninggal dunia masih ditelusuri lebih lanjut oleh tim Kepolisian.
Sebelumnya, kejadian tragis ini sempat menggegerkan warga sekitar. Salah seorang saksi, Mohammad Alif (36), pegawai SPBU Ceweng, menuturkan kecelakaan terjadi ketika truk berusaha berbelok menuju SPBU.
“Dari arah berlawanan ada motor melaju cukup kencang. Benturan keras terjadi begitu cepat,” ungkapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pendalaman terhadap penyebab kecelakaan.









