Satu Jenazah Perempuan Korban Tragedi Perahu Terbalik Ditemukan di Kepuhdoko

Jasad gadis berjaket merah saat dipinggirkan awak perahu tambang Sungai Berantas, di kawasan Desa Kepuhdoko, Tembelang, Jombang.
  • Whatsapp

TEMBELANG, KabarJombang.com – Tim gabungan pencarian korban perahu penyeberangan yang terbalik di Sungai Brantas, Dusun Klaci, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, akhirnya kembali menemukan sesosok jenazah berjenis kelamin perempuan.

Penemuan pada Rabu (4/3/2020) pagi tadi, merupakan jenazah keempat diduga korban perahu penyeberangan yang terbalik pada Sabtu (29/2/2020) malam lalu. Sebelumnya, pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 09.30 WIB kemarin, petugas menemukan dua jenazah berjenis kelamin laki-laki di lokasi berbeda. Kemudian Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 13.30 WIB, jenazah perempuan ditemukan tim SAR gabungan.

Baca Juga

Ketua Tim SAR Gabungan, Novix Heriadi mengatakan, jenazah tersebut ditemukan sekitar 15 kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Desa Kepuhdoko, Kecamamatan Tembelang, Jombang. Korban ditemukan pertama kali oleh awak perahu tambang di Desa setempat.

Saat itu, tubuh korban terlihat mengapung di tengah-tengah sungai Brantas. Mendapati hal ini, awak perahu tambang berupaya meminggirkan jasad gadis berjaket merah tersebut.

Selanjunya, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Kemudian petugas langsung mengevakuasi menuju kamar mayat RSUD Jombang.

“Ditemukan oleh pemilik tambangan sekitar jam 07.30 WIB. Saat itu mayat mengapung di tengah, kemudian dipinggirkan lalu diikat. Baru kemudian mereka melapor dan kami evakuasi,” ujar Novix, Rabu (4/3/2020).

Pihaknya juga memastikan, jenazah yang ditemukan tersebut adalah Anista Sugandis (18) gadis asal Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. “Benar ini korban terakhir, Anista Sugandis, sesuai pengakuan pihak keluarga dari jaket yang dipakai warga merah,” terangnya.

Ditemukannya Anista Sugandis ini, maka seluruh korban tragedi perahu terbalik di Dusun Klaci Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Sabtu, 29 Februari 2020 lalu, sudah ditemukan.

Sebelumnya, pada Selasa 3 Maret 2020 kemarin, Tim SAR gabungan juga menemukan jenazah ketiga berjenis kelamin perempuan, di kawasan tambangan di Kecamatan Kesamben, yang menghubungkan wilayah Betro, Kemlagi, Mojokerto.

Petugas memastikan, jenazah tersebut bernama Lutvy Dwi Septina atau Septi (23) warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang. Kepastian itu berdasarkan sejumlah tanda-tanda khusus yang dikenali pihak keluarga, yakni pakaian, tanda lahir dan cincin yang dipakai korban.

“Korban ketiga sudah dipastikan adalah Septi, dan yang terakhir ini adalah Anista Sugandis, selanjutnya kami akan lakukan evaluasi operasi SAR ini,” ungkap Novix.

Sebelumnya diberitakan, sebuah perahu tambang atau jasa penyeberangan sungai Brantas yang menghubungkan wilayah Jombang dan Nganjuk di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo terbalik, setelah mesin perahu mengalami masalah. Baling-baling perahu tak bisa berfungsi karena tersangkut kotoran saat perahu mulai menyeberang sekitar 7 meter . Saat itu, debit air Sungai Brantas cukup deras dan tinggi.

Enam orang yang ada di atas perahu pun panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan melompat ke dalam sungai. Hanya saja, dari enam korban, dua orang di antaranya berhasil selamat, sedangkan empat lainnya tenggelam.

Dua orang yang selamat yakni, Sukar (55) warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, dan Feriansyah (25) warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk.

Sedangkan empat lainnya ditemukan tak bernyawa. Di antaranya, Surip (45) awal kapal. Kemudian, seorang remaja perempuan bernama Anista Sugandis (18) yang juga anak dari Sukar (55) korban selamat.

Kemudian Dadang, warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Serta Lutvy Dwi Septina (23) warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Mengaluh, Kabupaten Jombang.

INSTAGRAM

Berita Terkait