Kronologi Perahu Penyeberangan Terbalik di Sungai Brantas, 4 Korban Belum Ditemukan

Tim saat melakukan proses pencarian terhadap 4 korban perahu terbalik di Sungai Brantas, yang belum ditemukan.
  • Whatsapp

BANDAR KEDUNGMULYO, KabarJombang.com – Sebuah perahu penyeberangan sungai Brantas berpenumpang 6 orang termasuk pengemudi perahu, mengalami kecelakaan. Diduga, perahu tersebut menabrak kayu di tengah sungai terbesar di Jawa Timur ini hingga terbalik.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (29/2/2020) malam sekitar pukul 23.00 WIB, tepatnya di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Selain mengangkut enam penumpang, perahu tersebut juga terdapat tiga unit sepeda motor yang ikut tenggelam

Baca Juga

Dari enam penumpang tersebut, dua korban berhasil selamat. Yakni, Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patinrowo, Nganjuk, dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Sementara empat penumpang lainnya tenggelam di sungai Brantas. Hingga saat ini, masih dalam proses pencarian petugas.

Keempatnya yakni Anista Sugandis (18) perempuan asal Dusun Klaci Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Surif (45) juga warga Dusun Klaci Desa Brodot, Serda Dadang (22) anggota TNI AD dari Batalyon 521 Wirayuda Kediri yang merupakan warga Dusun Sentanan Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, beserta pacarnya Septi (20) warga Mojokrapak, Kecamatan Tembelang Jombang.

Kapolsek Bandar Kedungmulyo, AKP Darmaji mengatakan, terbaliknya perahu penyeberangan tersebut, malam itu perahu itu dari tambangan Babatan, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk menuju tambangan Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo Jombang.

“Baru melaju sekitar 7 meter, perahu mesin itu mengalami gangguan karena baling-baling mesin tersangkut sampah enceng gondok. Akibatnya mesin tidak berfungsi kemudian perahu hanyut,” ucap AKP Darmaji, Minggu (1/3/2020).

Panik dengan kondisi perahu hanyut oleh derasnya arus air sungai, Dadang (anggota TNI) bersama Septi memutuskan melompat ke sungai berusaha menyelamatkan diri. Keputusan melompat itu, kemudian diikuti Feriansyah. Sementara 3 orang lainnya masih di atas perahu.

“Korban Feri ini berenang dan meraih tanaman eceng gondok agar bisa mengapung. Kemudian ditolong warga Dusun Proko berjarak 4 km dari TKP. Selain Feri, korban Sukar juga berhasil selamat, dan sekarang masih di Dusun Klaci Desa Brodot. Sedangakan 4 penumpang lain belum ditemukan,” terang Darmaji.

Untuk pencarian korban, tim penyelamat mengerahkan perahu karet Mopel Pos SAR Trenggalek, Mopel Pos SAR Surabaya, Pk-Mopel BPBD Jombang, Rescue Car Pos SAR Trenggalek, Rescue Car Pos SAR Surabaya dan Rescue Car BPBD Jombang.

Informasi yang dihimpun, proses pencarian empat korban mulai digelar sejak pagi tadi. Pencarian melibatkan Basarnas Surabaya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Polres Jombang, TNI, serta potensi SAR dan instansi lainnya.

Kepala BPBD Kabupaten Jombang, Abdul Wahab mengatakan, dugaan sementara perahu tersebut mengalami kecelakaan karena menabrak kayu, kemudian mengalami rusak pada baling-baling.

Pihaknya kini, masih melakukan penyisiran sepanjang sungai Brantas dari titik kejadian hingga Dam Brantas Menturus. Pencarian dilakukan sedari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. “Kondisi arus sungai deras dan cuaca berawan membuat pencarian cukup sulit,” kata Abdul Wahab.

Reporter : Beny Hendro, Anggit, Choirurrojikin

INSTAGRAM

Berita Terkait