Lama Tak Tersentuh, Kini Dinsos Jombang Buru-buru Memproses Bansos Dua Kakek Miskin

Penyanyi religi Opick dan Mr. Masudin saat mendatangi gubuk Mbah Kacung Prawi dan Mbah Imam Ghozali.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Selain tak memiliki tempat tinggal, ternyata dua kakek miskin di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupten Jombang, yakni Kacung Prawi (66) dan Imam Ghozali (77), sejauh ini juga mengaku tak tersentuh bantuan sosial apapun.

Hal ini diungkapkan keduanya, pasca mendapat bantuan tempat tinggal dan sejumlah peralatan dapur dari Masudin, salah satu donatur asal Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro.

Baca Juga

“Nggak pernah mendapatkan bantuan, sembako atau bantuan lain yang seperti orang-orang lain itu nggak pernah,” ungkap Mbah Imam.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, M Saleh, memastikan proses tahapan bantuan komplementer untuk mbah Kacung Prawi (66) dan mbah Imam Ghozali (70), tak lama lagi bisa dinikmati keduanya.

“Tindak lanjut Bansos (bantuan sosial) sudah proses, usulan KIS (Kartu Indonesia Sehat) untuk keduanya, paling cepat satu bulan aktif. Jika keduanya sakit bisa diusulkan untuk keluarkan KJS (Kartu Jombang Sehat) juga. Untuk PKH juga proses masuk data, sedang dalam proses percepatan,” terang Saleh, Rabu (18/9/2019).

Disinggung soal keterlambatan keduanya mendapatkan bantuan sosial seperti PKH (Program Keluarga Karapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Saleh mengatakan, bahwa sejauh ini, keduanya sudah masuk dalam daftar temuan timnya di lapangan.

Hanya saja, diakuinya, proses verifikasi saat itu belum maksimal. Namun demikian, pihaknya memastikan, bahwa dua kakek tersebut layak mendapatkan bantuan, karena masuk kategori lansia terlantar. Selanjutnya, bantuan akan diupayakan secara maksimal.

“Temuan kami sudah dua tahun lalu, tapi memang ada beberapa tahapan yang tidak sistematis. Apalagi dua tahu lalu Dinsos juga masih jadi satu dengan Disnaker. Yang pasti, kami upayakan PKH untuk keduanya segera bisa diberikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kacung Prawi (66) dan Imam Ghozali (77) warga Desa Kedawung, Kecamatan Diwek ini, sudah puluhan tahun tinggal di gubuk berukuran kecil yang reot dan tidak layak huni.

Selain tinggal dan tidur jadi satu dengan ayam peliharaannya, gubuk yang jadi tempat tinggal kedua kakek tersebut juga berada di tempat yang tidak sesuai.

Gubuk milik Kacung dibangun di atas sungai kecil atau saluran irigasi. Sedangkan tak jauh dari gubuk tersebut, juga ada gubuk milik Mbah Ghozali yang berdiri diatas tanah kuburan umum Desa setempat.

Kedua kakek ini juga tinggal sendirian lantaran tak memiliki keluarga. Secara ekonomi, keduanya juga hidup memprihatinkan, sebab mereka tak lagi mampu bekerja.

Untuk makan sehari-hari, Kacung masih berupaya menjadi relawan penyeberangan di jalan raya desa setempat. Hasilnya, dia pergunakan untuk makan sehari-hari.

Sementara, kakek Ghozali sejauh ini hanya berharap uluran tangan orang lain yang merasa iba padanya.

Kini kedua kakek malang itu bisa bernafas lega, sebab keduanya bakal menempati tempat tinggal yang baru.

Jurnalis: Muji Lestari
Editor: Nurul Yaqin

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait