Kaki Diamputasi Akibat Kecelakaan, Pria Paruh Baya di Mojowarno Jombang Ini Mendapat Modal Usaha Usai Dibantu Anggota Satlantas

Foto: Slamet Subari (68), korban laka lantas dengan cacat permanen
  • Whatsapp

MOJOWARNO, KabarJombang.com – Di ruang belakang rumahnya, Slamet Subari (68) sedang sibuk membenahi Aki (accu). Dengan teliti, ia mencoba menghidupkan kembali Aki milik para pelanggannya. Setiap elemen aki ia perhatikan, bagian mana yang harus ia perbaiki.

Itulah aktivitas sehari-hari yang ia lakukan sebagai tukang servis Aki untuk menafkahi keluarganya. Pria paruh baya dengan 5 anak dan enam cucu tersebut, tinggal di rumah sederhana di Dusun Grogol, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno Jombang.

Baca Juga

Namun, kejadian nahas sempat menimpanya sekitar 3 tahun yang lalu. Saat ia pulang dari wilayah Kecamatan Ngoro Jombang, ia mengalami kecelakaan di Kecamatan Mojowarno dengan seorang pelajar. Motor yang ia kendarai, adu moncong dengan motor pelajar tersebut.

Akibatnya, kaki Subari pun terluka parah, bahkan harus diamputasi di RSK Mojowarno. Selama perawatan, ia mendapatkan bantuan dari Jasarahar. Sehingga, proses operasi dan pengobatan di rumah sakit tidak perlu ia bayar sendiri.

“Ya kejadiannya sudah lama, sampai saya lupa. Waktu itu saya pulang dari Ngoro dan di perbatasan antara Mojowarno-Ngoro, saya tabrakan di situ. Dan kaki saya luka parah dan harus diamputasi. Sehingga saat ini saya memakai kaki palsu seperti ini,” ceritanya kepada wartawan, Senin (21/07/2025).

Dengan kaki palsunya, ia terus mengarungi hidup dan menjalani aktivitas sehari-hari. Sempat ia juga merasa putus asa, karena kondisinya, ia tidak bisa dengan maksimal mencari nafkah untuk keluarganya.

“Ya saya sempat minder dan putus asa, gimana ya, kaki saya seperti ini, apa bisa saya nanti mencari nafkah untuk keluarga. Untung saya punya keahlian reparasi Aki, jadi ya itu yang saya tekuni untuk mencari nafkah untuk keluarga,” imbuhnya

Pertemuan dengan Anggota Satlantas

Namun, kejadian tak disangka-sangka oleh Subari. Ia bertemu dengan salah satu anggota polisi, yang Aki mobilnya bermasalah usai menggelar Operasi Patuh Semeru 2025. Petugas polisi tersebut meminta bantuan Subari untuk membenahi Aki kendaraannya.

Saat itu, anggota polisi tersebut melihat Subari yang memakai kaki palsu dan menanyakan kronologi kejadiannya. Anggota polisi tersebut, kemudian menanyakan apakah Subari sudah pernah mendapat santunan dari Jasaraharja untuk cacat permanen di luar tanggungan pengobatan di rumah sakit.

“Ya saya jawab belum pernah, karena memang saya juga tidak mengerti dan tidak tahu bagaimana cara mengurusnya. Dan Alhamdulillah Mas Iswan (anggota polisi) ini menawari saya untuk dibantu pengurusan santunan dari Jasaraharja ini,” tambahnya.

Pihak Satlantas Polres Jombang pun kemudian membantunya, dan Subari berhasil mendapatkan bantuan dari Jasaraharja sebesar Rp 25 Juta sebagai santunan untuk cacat permanen.

“Kami langsung bantu proses pengajuannya. Alhamdulillah, santunan senilai Rp 25 juta akhirnya bisa diterima dan digunakan Pak Slamet untuk mengembangkan usaha,” ungkap Ipda Siswanto, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang saat berkunjung dan memberikan bantuan di rumah Subari.

Santunan itu bukan hanya tambahan modal, tapi ternyata juga mampu mendongkrak semangat bagi Subari untuk terus berjuang mencari nafkah bagi keluarganya.

Di sisi lain, Satlantas Polres Jombang juga menyayangkan masih banyak korban kecelakaan lalu lintas yang belum tahu soal hak atas santunan dari negara. “Kasus Pak Slamet jadi pelajaran penting. Ke depan kami akan gencarkan sosialisasi agar korban mengetahui apa yang menjadi hak mereka jika terjadi kejadian serupa,” tambah Siswanto.

Kanit Gakkum juga menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati di jalan dan selalu mematuhi aturan lalulintas yang ada. “Kami berharap, masyarakat selalu mematuhi aturan lalulintas, agar bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan,” pungkasnya.

 

Berita Terkait