JOMBANG, KabarJombang.com – Kesuksesan Rookie Dragbike Competition (RDC) Kabupaten Jombang Cup 2026 mendorong langkah konkret untuk menekan praktik balap liar di jalan umum. Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, bersama Bupati dan Wakil Bupati Jombang, jajaran Forkopimda, dan Kepala OPD terkait, meninjau sejumlah lokasi yang potensial dijadikan tempat latihan bersama (latbar) dragbike.
Salah satu lokasi yang disurvei berada di kawasan Jl. Raya Mastrip No.1, Desa Kepuh Permai, Kecamatan Peterongan, dekat Terminal Kepuhsari, pada Jumat (23/1/2026). Peninjauan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan wadah resmi dan berkelanjutan bagi komunitas balap motor.
Kapolres Jombang menekankan, kunjungan ini untuk memetakan beberapa alternatif lokasi, bukan menentukan satu titik secara final. “Kami memperhatikan jalannya, lingkungan sekitar, arus lalu lintas, faktor keamanan, dan kenyamanan masyarakat,” jelas AKBP Ardi.
Mengenai kabar bahwa dragbike tahun depan akan digelar di Terminal Kepuhsari, Kapolres menegaskan bahwa hal itu masih dalam kajian. “Kalau semua aspek terpenuhi, bukan tidak mungkin lokasi ini atau lokasi lain difasilitasi untuk latihan bersama. Tapi keputusan final belum ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, fasilitasi latbar hanya bisa dilakukan jika komunitas otomotif berkomitmen menghentikan balap liar. “Latihan bersama ini akan melibatkan komunitas balap dan otomotif Jombang. Syarat utamanya jelas: tidak ada lagi balap liar. Kita sediakan wadahnya, tapi harus tertib dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Untuk lokasi lain, Kapolres menyebut semua masih berada di wilayah Jombang dan akan dibahas lebih lanjut dengan pemerintah daerah, Forkopimda, serta komunitas otomotif sebelum menentukan lokasi dan konsep latihan.
Terkait waktu pelaksanaan, ia menegaskan belum ada jadwal pasti. “Prinsipnya, semua harus matang dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” pungkasnya.








