JOGOROTO, KabarJombang.com – Keluhan sepeda motor yang mendadak brebet atau bahkan mogok setelah diisi bahan bakar jenis Pertalite kian marak di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Jombang. Kondisi ini membuat pengendara resah sekaligus rugi karena harus menanggung biaya servis tambahan.
Pemilik bengkel di Kecamatan Jogoroto, Jombang, Davin, mengaku dalam beberapa hari terakhir menerima banyak keluhan serupa dari pelanggan.
“Dalam satu hari kemarin ada lima motor, keluhannya sama: brebet, mogok, dan bensinnya bau aneh,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Menurut Davin, ada sejumlah faktor teknis yang menyebabkan motor mengalami gejala brebet usai diisi Pertalite.
Ia menjelaskan, masalah tersebut bisa berasal dari kualitas bahan bakar yang tidak konsisten, kontaminasi air, hingga kondisi tangki dan filter bahan bakar di SPBU.
Kualitas Pertalite Tidak Konsisten
Pertalite memiliki angka oktan (RON) 90, lebih rendah dibanding Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98). Mesin modern berteknologi injeksi dengan rasio kompresi tinggi memerlukan bahan bakar beroktan tinggi agar pembakaran sempurna.
“Kalau diisi Pertalite, pembakaran bisa tidak tepat waktunya. Akibatnya motor brebet, tenaga lemah, atau timbul suara ‘knocking. Solusinya, Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi sepeda,” jelasnya
“Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin dan hindari mencampur dua jenis BBM berbeda,”. Tambahnya.
Pertalite Tercampur Air
Air dapat masuk ke tangki SPBU karena kebocoran atau kelembapan. Air yang ikut tersedot bersama bensin akan mengganggu proses pembakaran.
“Air yang ikut tersedot bersamaan dengan bensin dipastikan bisa memengaruhi pembakaran,” paparnya.
Sementara untuk solusinya hindari mengisi BBM saat hujan deras atau saat SPBU baru menerima pasokan. Jika motor tiba-tiba brebet, segera kuras tangki dan bersihkan karburator atau injektor.
“Kalau sepeda motor tiba-tiba brebet akibat air yang tercampur ke bahan bakar, maka tangki harus segera dikuras dan dibersihkan untuk karburator dan injektornya,” ungkapnya.
Endapan dan Kontaminan dalam Tangki
Tangki penyimpanan SPBU yang jarang dibersihkan bisa menimbulkan endapan (gum) akibat oksidasi bensin. Endapan ini dapat menyumbat filter bahan bakar.
“Endapan dari campuran bahan bakar tersebut bisa menyumbat filter sepeda,” jelasnya.
Ia menambahkan solusi serupa harus segera dilakukan dengan Rutin membersihkan filter dan injektor minimal tiga bulan sekali.
“Rutin membersihkan filter dan injektor minimal tiga bulan sekali, serta isi BBM di SPBU resmi dengan perputaran penjualan tinggi,” ungkapnya.
Campuran Udara–Bahan Bakar Tidak Ideal
Kandungan hidrokarbon ringan dalam Pertalite dapat memengaruhi rasio udara dan bahan bakar (AFR). Campuran terlalu kaya atau terlalu miskin membuat mesin tidak stabil.
“Campuran yang tidak sesuai dan tidak ideal bisa membuat mesin sepeda motor tidak stabil,” tuturnya.
Ia turut memberikan solusi dengan memastikan saringan udara bersih dan sistem intake bekerja normal.
Mesin Injeksi Sensitif terhadap Kualitas BBM
Motor injeksi dikontrol oleh ECU yang menyesuaikan bahan bakar berdasarkan sensor. Kualitas BBM yang buruk membuat ECU gagal menyesuaikan.
“Enggine Control Unit atau ECU dalam sepeda motor memiliki peran sebagai otak komputer pada motor injeksi, sehingga kalau kualitas BBM buruk membuat ECU gagal menyelesaikan,” pungkasnya.
Menurutnya, solusi yang dilakukan dengan menggunakan BBM beroktan minimal 92 dan lakukan reset ECU di bengkel resmi bila motor sering brebet usai ganti bahan bakar.








