JOMBANG, KabarJombang.com – Setelah vakum selama 13 tahun, geliat dunia otomotif kembali menggelegar di Kabupaten Jombang. Bertempat di Sirkuit Jalan Dokter Soetomo, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, ajang Rookie Dragbike Competition (RDC) Jombang Cup 2026 sukses digelar pada Minggu (18/1/2026) dan mendapat antusiasme luar biasa dari peserta maupun penonton.
Event yang digagas sebagai wadah resmi penyaluran bakat di dunia otomotif ini menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat Jombang, khususnya para pencinta balap motor.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengatakan bahwa RDC Jombang Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan pembalap muda sekaligus upaya menekan maraknya balap liar di jalan raya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir bibit-bibit pembalap muda potensial, baik dari Jombang maupun daerah sekitar. Yang terpenting, ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menghilangkan balapan liar di Kabupaten Jombang,” ujar AKBP Ardi.
Ia menegaskan, Polres Jombang mendukung penuh perkembangan industri kreatif otomotif di daerah, termasuk bengkel-bengkel yang inovatif. Namun, aspek keamanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami ingin minat dan bakat otomotif ini disalurkan melalui jalur resmi seperti event pertandingan, bukan di jalan raya yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
RDC Jombang Cup 2026 terselenggara atas kerja sama Polres Jombang, Pemerintah Kabupaten Jombang, IMI Jawa Timur, AE Indonesia, serta sejumlah sponsor. Ke depan, ajang serupa direncanakan digelar secara berkelanjutan, tidak hanya di Jombang, tetapi juga di sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur.
Ketua Panitia, Maulana Khusna Surindra, menjelaskan bahwa kejuaraan ini mempertandingkan 24 kelas, mulai dari kategori rookie atau pemula, bracket, hingga mix rider yang mempertemukan joki pemula dan profesional dalam satu kelas.
“Alhamdulillah, setelah 13 tahun vakum, pada 2026 ini Jombang kembali memiliki event otomotif. Dukungan Pak Kapolres luar biasa. Bahkan beliau berharap dragbike bisa digelar minimal setahun sekali, atau ada wadah latihan bersama (latber) setiap bulan,” ungkap Maulana.
Lintasan dragbike memiliki panjang sekitar 400 meter, dengan 201 meter lintasan penilaian dan sisanya digunakan untuk area pengereman. Dari sisi partisipasi, tercatat sekitar 180 pembalap ambil bagian, dengan total 545 starter, karena setiap pembalap mengikuti dua hingga tiga kelas.
Mayoritas peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Namun, sejumlah pembalap juga datang dari Jawa Tengah, seperti Sragen, Solo, Surakarta, dan Klaten.
Antusiasme penonton pun tak kalah tinggi. Panitia mencatat hampir 2.000 penonton memadati area sirkuit, meski kapasitas maksimal sebenarnya dapat mencapai 2.800 orang.
“Demi keselamatan, jumlah penonton kami batasi. Meski begitu, hingga siang hari masih banyak masyarakat yang ingin masuk ke area sirkuit,” kata Maulana.
Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp118 juta, menambah daya tarik bagi para peserta. Bahkan hujan yang sempat mengguyur arena di tengah perlombaan tidak menyurutkan semangat penonton untuk tetap bertahan.
Setelah hujan reda, balapan kembali dilanjutkan. Meski kondisi lintasan sempat licin dan menyebabkan dua joki terjatuh, keduanya dipastikan tidak mengalami luka serius. Perlombaan pun tetap berjalan hingga selesai.
Melalui event ini, panitia dan pihak kepolisian berharap balapan liar di jalanan dapat ditekan secara signifikan. “Wadahnya sudah ada, tinggal bagaimana teman-teman otomotif menyalurkan hobinya di tempat yang tepat, aman, dan resmi,” pungkas Maulana.









