JOMBANG,KabarJombang.com- Atlet muda asal Kabupaten Jombang, Shelley Septi Andhani, kembali mengharumkan nama daerah di kancah atletik nasional.
Setelah sukses menjuarai nomor lompat jauh pada Jatim Open U-18, Shelley kembali mempersembahkan medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik dan Indonesia Open U-18 Championship 2026 yang berlangsung di Jakarta, 27–30 Juni 2026.
Prestasi tersebut semakin membanggakan karena ia mampu bersaing dan mengungguli atlet-atlet dari sejumlah negara.
Atlet asal Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, yang juga merupakan siswi SMAN Olahraga Jawa Timur di Sidoarjo, mencatatkan lompatan sejauh 5,28 meter sekaligus memecahkan rekor lompatan pribadinya pada ajang tersebut.
“Sangat senang, terharu, dan bahagia karena bisa memecahkan rekor lompat jauh saya, dan bisa mengalahkan dari beberapa negara lain,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2026).
Sebelum meraih medali perunggu di Kejurnas Atletik dan Indonesia Open U-18 Championship 2026, Shelley lebih dulu menjuarai cabang olahraga lompat jauh pada Jatim Open U-18 yang digelar di Lapangan Atletik Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 1–3 Mei 2026.
Shelley mengungkapkan, persaingan pada Kejurnas Atletik dan Indonesia Open U-18 Championship berlangsung sangat ketat. Selain diikuti atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, ajang tersebut juga diikuti peserta dari sejumlah negara, seperti Malaysia, China, dan Filipina.
“Persaingannya sangat ketat. Semua atlet memiliki kemampuan yang bagus. Ada peserta dari Malaysia, China, Filipina, dan beberapa negara lainnya,” ucapnya.
Meski harus menghadapi persaingan sengit, ia mengaku tantangan terbesarnya justru berasal dari dirinya sendiri. Ia harus mampu mengendalikan tekanan karena membawa nama Jawa Timur di ajang bergengsi tersebut.
“Tantangan terbesar saya justru dari diri sendiri, terutama pikiran saya. Ini adalah tanggung jawab besar yang diberikan PASI Jawa Timur. Namun saya terus berusaha, berdoa, serta meminta restu dari keluarga dan pelatih. Itu menjadi kekuatan saya dalam setiap perlombaan,” tuturnya.









