Spanyol Bakal Sahkan Undang-undang Anti ‘Gerard Pique’, Ada Apa?

  • Whatsapp

KabarJombang.com – Sebuah klausul ‘anti-Gerard Pique’ akan segera diluncurkan sebagai respons atas keterlibatan bek Barcelona tersebut dalam sebuah kesepakatan yang membawa Piala Super Spanyol ke Arab Saudi.

Dilansir dari goal.com, April kemarin, Pique menjadi sorotan usai dituding mengantongi jutaan Euro dari format baru Piala Super Spanyol dan memindahkannya ke Timur Tengah.

Baca Juga

Supercopa de España atau Piala Super Spanyol adalah turnamen yang mempertemukan kampiun La Liga dengan pemenang atau runner-up Copa del Rey. Dahulu turnamen ini hanya melibatkan dua tim tetapi pada Februari 2019 lalu diumumkan Piala Super Spanyol bakal memiliki format baru diikuti empat tim dengan babak semi-final itambah playoff peringkat ketiga. Edisi 2020 untuk pertama kalinya bakal diselenggarakan di Arab Saudi.

Pique, lewat perusahaannya yang bernama Kosmos, membantu memakelari kesepakatan pemindahan Piala Super ke Arab Suadi dengan Luis Rubiales, presiden Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol (RFEF).

Audio percakapan WhatsApp antara keduanya yang bertanggal September 2019 dibocorkan oleh El Confidential, yang menduga bahwa perusahaan Pique mengantongi €24 juta setelah menegosiasikan kontrak enam tahun.

Tak ada transfer dana antara Rubiales dan Pique, alih-alih ia dibayar oleh Arab Saudi – sehingga kesepakatan tersebut legal.

Munculnya klausul “anti-Pique”

Namun, laporan AS menyebutkan bahwa akan ada undang-undang baru yang melarang hal tersebut. Pasal 47 UU tersebut, yang dikenal dengan “klausul anti-Pique”, melarang pesepakbola aktif mana pun memiliki kaitan komersial dengan kompetisi yang mungkin mereka ikuti.

“Demi mengatur aktivitas-aktivitas ini dan kompetisi olahraga resmi di level negara, tak boleh ada hubungan komersial yang dapat dijalin dengan atlet aktif yang kemungkinan berpartisipasi di dalamnya,” bunyi gambaran umum regulasi tersebut.

Pique tidak akan ditindak atau menerima sanksi, karena undang-undang ini tidak bersifat retrospektif begitu disahkan oleh Kongres Deputi, namun tak akan ada pemain yang bisa mengulangi aktivitas bisnis yang sedemikian rupa.

Bagaimana tanggapan Pique?

Pique sendiri telah menepis melakukan tindakan ilegal dan mengklaim bahwa komisi yang ia dapatkan “relatif normal” serta “sesuai dengan pasaran.”

Menanggapi rekaman audio yang bocor, bek veteran Barca itu buka suara di Twitch soal kesepakatan yang dilaporkan bernilai €40 juta per turnamen buat RFEF dan €24 juta buat Kosmos: “Segala yang kami lakukan itu legal, saya akan mengungkap peranan saya dalam konflik kepentingan ini, saya mau menunjukkan wajah saya karena tak perlu ada yang disembunyikan.”

“Saya bangga dengan apa yang kami lakukan di Kosmos. Kami ingin mengubah format kompetisi itu dan membuatnya lebih menarik buat penonton. Ada pengaruhnya buat pendapatan. Pak Presiden, Luis Rubiales, sangat menyukai ide itu.”

“Arab Saudi bukan satu-satunya opsi. Amerika Serikat dan Qatar juga masuk pertimbangan. Pada akhirnya, mereka memilih untuk ke Arab Saudi.”

“Komisinya? Dalam dunia di mana kita hidup, angkanya relatif normal. Antara 10 sampai 15 persen dan kami yakin itu sesuai dengan tarif yang dipatok agensi yang menangani manajemen seperti ini. Komisinya sesuai dengan pasaran.”

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait