JOMBANG, KabarJombang.com – GOR Merdeka Jombang dipenuhi sorak sorai penonton pada Sabtu (17/1/2026) malam. Teriakan penyemangat pelatih, tepuk tangan penonton, hingga dentingan jurus yang beradu di arena mewarnai jalannya Jombang Pencak Silat Championship II Piala Bupati Jombang.
Kejuaraan ini diikuti 1.235 atlet pencak silat pelajar, mulai jenjang TK hingga SMA se-Kabupaten Jombang. Sejak laga pertama digelar, atmosfer pertandingan terasa hidup dan penuh antusiasme.
Para pesilat muda tampil percaya diri, memamerkan teknik, kecepatan, serta mental bertanding yang mengesankan, meski sebagian masih berusia sangat belia. Keberanian atlet cilik saat berlaga di gelanggang kerap mengundang decak kagum penonton.
Wawan, penonton asal Kecamatan Diwek, mengaku sengaja datang sejak pagi untuk menyaksikan langsung kejuaraan tersebut. Menurutnya, suasana pertandingan sangat meriah dan menghibur.
“Seru sekali, apalagi melihat anak-anak kecil sudah berani tampil di depan banyak orang. Semangat juang mereka luar biasa, penonton jadi ikut terbawa suasana,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bagus, orang tua atlet asal Kecamatan Mojoagung. Ia menilai kejuaraan ini tidak semata soal menang dan kalah, melainkan sarana pembentukan karakter bagi para peserta.
“Anak-anak belajar disiplin, sportivitas, dan percaya diri. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” tuturnya.
Kejuaraan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Jombang, M. Salmanudin. Dalam sambutannya, Gus Salman sapaan akrabnya mengapresiasi tingginya partisipasi pelajar dalam ajang pencak silat tersebut.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga warisan budaya dan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Ajang seperti ini menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk menyalurkan energi, membangun karakter, sekaligus memperkuat persatuan. Menang atau kalah bukan tujuan utama, tetapi proses dan nilai yang didapatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPSI Kabupaten Jombang, Budi Setiawan, menyebut seluruh peserta merupakan atlet pelajar dari berbagai perguruan silat di Jombang. Ia optimistis kejuaraan ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional.
“Kami ingin kejuaraan ini menjadi panggung awal lahirnya atlet berprestasi. Jombang punya sejarah dan potensi besar di pencak silat, dan itu harus terus dirawat,” ujarnya.
Pembukaan kejuaraan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Jombang, disaksikan jajaran Forkopimda dan tokoh olahraga daerah, di antaranya Waka Polres Jombang Kompol Syarlis, perwakilan Kodim 0814 Jombang, Plt Kadispora Jombang Hartono, serta Ketua Umum KONI Jombang Sumarsono.
Jombang Pencak Silat Championship II dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, dengan mempertandingkan nomor tanding dan seni. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi hiburan olahraga yang menyatukan atlet, pelatih, keluarga, dan masyarakat dalam semangat mendukung prestasi generasi muda Jombang melalui pencak silat.









