Klub Bulu Tangkis Jaya Raya Samudra Jombang, Kecil di Desa Besar di Kancah Nasional

Foto : Salah satu binaan klub bulu tangkis asal Jombang Jaya Raya Samudra saat bertanding. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Di balik kesuksesan para atlet nasional, tak sedikit kisah perjuangan yang bermula dari daerah dengan segala keterbatasan. Salah satunya datang dari Kabupaten Jombang, lewat kiprah Klub Bulu Tangkis Jaya Raya Samudra yang berdiri tanpa bantuan berarti dari pemerintah.

Didirikan pada 2020 oleh Miftachul Yandi Febrianto, klub ini justru lahir di masa sulit pandemi COVID-19. Pulang kampung karena pembatasan aktivitas, Yandi merasa prihatin melihat minimnya geliat bulu tangkis di tanah kelahirannya, yang dulu pernah melahirkan pemain kelas dunia seperti Bagus Setiadi.

Baca Juga

“Awalnya cuma iseng melatih anak-anak di balai desa. Tapi saya lihat antusiasme mereka besar, sementara fasilitas hampir tidak ada. Akhirnya saya bangun GOR sendiri agar mereka bisa latihan dengan benar,” ujarnya saat ditemui, Senin (20/10/2025).

Modal yang digunakan sepenuhnya berasal dari dana pribadi Yandi. Tanpa dukungan dana pemerintah atau sponsor besar, ia membina atlet-atlet muda secara mandiri. Hasilnya? Klub ini kini tercatat sebagai satelit resmi PB Jaya Raya Jakarta salah satu klub papan atas nasional. Bahkan, sejumlah atlet binaannya sudah bergabung ke Pelatnas dan mencatat prestasi membanggakan.

Beberapa nama seperti Muhammad Vito Annafsa, Tiara Aurelia Kasih, dan Asah Nailu Rahmaniyah adalah contoh nyata hasil pembinaan dari daerah. Total, sudah lebih dari 16 atlet yang berhasil dipromosikan ke tingkat lebih tinggi.

Namun, di balik prestasi itu, tantangan tetap besar. “Kami kekurangan fasilitas seperti alat kebugaran, perlengkapan latihan, hingga dana untuk akomodasi saat bertanding ke luar daerah. Latihan bisa kami handle, tapi pembiayaan kompetisi yang berat,” ungkap Yandi.

Namun, Yandi berharap ada kepedulian yang lebih nyata dari pihak-pihak terkait. “Sebagian besar atlet kami anak-anak Jombang sendiri. Mereka punya potensi besar, sayang kalau dibiarkan berjuang sendirian,” tutupnya.

Ironisnya, meskipun mencetak prestasi yang membawa nama daerah, perhatian dari pemerintah maupun sponsor lokal masih minim. Ketua KONI Jombang, Sumarsono, menyebut peran KONI kabupaten hanya sebatas mendukung hingga tingkat provinsi. Sementara jika atlet sudah masuk ke level nasional, tanggung jawabnya beralih ke KONI Jawa Timur atau Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) provinsi.

Berita Terkait