Dandim Cup I 2026 Diapresiasi sebagai Ajang Pembinaan Tenis

Foto: Tim pemenang Dandim Cup I 2026 berfoto bersama di arena pertandingan. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Bupati Jombang, Warsubi, mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Tenis Lapangan Dandim Cup I Tahun 2026. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan atlet serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kejuaraan digelar pada Sabtu–Minggu (10–11/1/2026). Pembukaan berlangsung di Lapangan Tenis Pendopo Kabupaten Jombang, sedangkan partai final dilaksanakan di GOR Indoor Jalan Kusuma Bangsa, Jombang. Sebanyak 96 atlet senior dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah ambil bagian dalam turnamen ini.

Baca Juga

Dandim 0814/Jombang, Letkol Kav Dicky Prasojo, menyampaikan bahwa Dandim Cup I Tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada penguatan silaturahmi dan pembinaan atlet maupun komunitas tenis lapangan.

“Tujuan kegiatan ini sebagai momen silaturahmi dan pembinaan atlet serta komunitas tenis lapangan,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Bupati Warsubi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kejuaraan tersebut. Ia menilai pertandingan berlangsung lancar, sportif, dan penuh semangat kebersamaan.

“Alhamdulillah, kegiatan tenis lapangan Dandim Cup I berlangsung baik dan lancar. Selain kompetisinya luar biasa, soliditas antarpemain juga terjalin dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Ke depan, Warsubi juga mendorong penyelenggaraan turnamen serupa bagi atlet usia muda untuk menjaring bibit potensial yang dapat memperkuat daerah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Atlet usia muda perlu terus dikembangkan. Jika mampu meraih medali di Porprov, tentu akan kami berikan penghargaan sebagai bentuk motivasi,” tambahnya.

Kejuaraan Dandim Cup I Tahun 2026 diikuti 12 tim beregu, masing-masing beranggotakan delapan pemain. Peserta berasal dari Surabaya, Malang, Madiun, Kediri, Sidoarjo, Tulungagung, Bantul, dan Yogyakarta. Sejumlah mantan atlet profesional, termasuk mantan atlet PON, turut ambil bagian.

Turnamen ini memperebutkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp25 juta, medali, dan trofi. Pertandingan beregu ganda putra dibagi dalam tiga kategori kelompok umur gabungan, yakni KU 120 tahun, KU 110 tahun, dan KU 90 tahun.

Pada partai final, tim Baveti Kota Malang keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan tim Jogoboyo Kota Surabaya. Juara III diraih Baveti Kabupaten Sidoarjo, sementara Juara IV diraih Punokawan Kabupaten Tulungagung.

Berita Terkait