Jelang Musyawarah AHWA, Gus Yahya dan Gus Kikin Sempat Sowan ke Ndalem Kasepuhan Tambakberas

Suasana Ndalem Kasepuhan Tambakberas, Jombang. (Kevin Nizar)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Tahapan penentuan kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai memasuki babak penting.

Setelah sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) ditetapkan melalui Rapat Pleno V, perhatian peserta dan warga Nahdliyin kini tertuju pada musyawarah para kiai sepuh untuk menentukan Rais ‘Aam PBNU.

Baca Juga

Forum AHWA dijadwalkan berlangsung secara tertutup di Ndalem Kasepuhan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Musyawarah tersebut menjadi salah satu tahapan krusial dalam menentukan arah kepemimpinan NU untuk periode berikutnya.

Sebelum forum AHWA dimulai, sejumlah tokoh NU terpantau mendatangi Ndalem Kasepuhan. Dua nama yang masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, terlihat berada di lokasi.

Selain Gus Kikin dan Gus Yahya, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar) serta KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) juga terpantau hadir di kawasan Ndalem Kasepuhan.

Belum ada penjelasan resmi mengenai agenda pertemuan para tokoh tersebut. Hingga musyawarah AHWA dimulai, pihak terkait juga belum menyampaikan keterangan mengenai materi pembicaraan dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu.

Berbeda dengan sidang pleno Muktamar ke-35 yang berlangsung di Aula Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, musyawarah AHWA dilaksanakan di lokasi yang lebih terbatas dan jauh dari area persidangan terbuka.

Forum tersebut menjadi ruang bagi sembilan ulama yang telah ditetapkan sebagai anggota AHWA untuk bermusyawarah mengenai posisi Rais ‘Aam PBNU.

Mekanisme AHWA dilakukan berdasarkan aspirasi yang sebelumnya dihimpun dari struktur NU, mulai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), hingga Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara.

Hasil penjaringan aspirasi tersebut menjadi salah satu rujukan dalam proses musyawarah untuk menentukan Rais ‘Aam. Selain itu, forum AHWA juga berkaitan dengan tahapan penentuan Ketua Umum PBNU.

Sekitar pukul 21.00 WIB, rombongan anggota AHWA mulai berdatangan ke Ndalem Kasepuhan. Kehadiran mereka menandai dimulainya tahapan musyawarah tertutup untuk membahas kepemimpinan PBNU.

Sejumlah ulama sepuh yang terpantau hadir antara lain KH Said Aqil Siradj, KH Nurul Huda Djazuli, dan KH Anwar Iskandar. Mereka datang bersama anggota AHWA lainnya.

Rangkaian musyawarah ini berlangsung dengan pengamanan dan akses yang terbatas. Aktivitas di sekitar lokasi pun menjadi perhatian karena forum tersebut memiliki posisi strategis dalam menentukan kepemimpinan tertinggi PBNU.

Secara organisasi, proses pemilihan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU merupakan tahapan penting dalam Muktamar NU. Karena berlangsung tertutup, informasi mengenai hasil pembahasan maupun nama yang mengemuka dalam musyawarah belum dapat dipastikan sebelum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara.

Sampai berita ini disusun, belum tersedia pernyataan langsung dari Gus Yahya, Gus Kikin, anggota AHWA, atau panitia Muktamar mengenai isi pertemuan maupun hasil musyawarah. Karena itu, informasi mengenai agenda sowan dan pembahasan di dalam forum disampaikan berdasarkan pantauan di lokasi dan mekanisme resmi Muktamar, bukan sebagai kutipan pernyataan narasumber.

Dan Hingga berita ini disusun, rapat tertutup penentuan Rais Aam di Ndalem Kasepuhan Tambakberas, Jombang masih berlangsung.

Berita Terkait