JOMBANG, KabarJombang.com – Peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memantik keprihatinan berbagai kalangan, termasuk dari mahasiswa. Insiden tersebut terjadi di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Darul Ulum Jombang, M. Fadhul Raffi, menilai peristiwa yang dialami Andrie Yunus menjadi pengingat bahwa luka kemanusiaan masih bisa terjadi, bahkan ketika masyarakat tengah menantikan datangnya Idul Fitri.
Menurut Raffi, Andrie dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan serta memperjuangkan hak asasi manusia. Karena itu, ia menilai kejadian tersebut menjadi ironi ketika kekerasan justru menimpa seseorang yang selama ini memperjuangkan nilai-nilai tersebut.
“Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus menjadi pengingat bahwa luka kemanusiaan masih bisa terjadi bahkan di saat masyarakat sedang menanti datangnya hari kemenangan Idul Fitri,” ujar Raffi dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, kejadian tersebut seolah mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak dan merenungkan kondisi kemanusiaan saat ini.
“Ketika kekerasan justru menimpa orang yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kita seperti diajak berhenti sejenak untuk merenung, bagaimana keadaan kemanusiaan kita hari ini,” katanya.
Raffi juga menyebut bahwa Idul Fitri selama ini dimaknai sebagai momentum kembali ke fitrah, membersihkan hati, memperbaiki hubungan, serta meneguhkan nilai keadilan dan kasih sayang.
Namun, menurutnya, peristiwa seperti yang dialami Andrie menunjukkan bahwa pekerjaan rumah masyarakat dalam menjaga nilai kemanusiaan belum sepenuhnya selesai. Ia menilai masih ada ruang yang perlu diperjuangkan agar setiap orang dapat hidup dengan aman tanpa ancaman ketika menyuarakan keadilan.
Lebih lanjut, ia mengatakan refleksi dari kejadian tersebut tidak hanya sebatas simpati kepada korban, tetapi juga harus menjadi kesadaran bersama untuk terus menjaga nilai kemanusiaan.
“Idul Fitri seharusnya tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga pengingat moral bahwa kemenangan sejati adalah ketika manusia mampu menjaga martabat dan keselamatan sesamanya,” ucapnya.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum Idul Fitri sebagai waktu untuk melakukan refleksi diri mengenai nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian dalam kehidupan bersama.
“Pada akhirnya, momen Idul Fitri mengajak kita semua untuk bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah benar-benar menghadirkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian dalam kehidupan bersama,” tuturnya.
Fadhul juga menyampaikan doa dan harapan agar Andrie Yunus segera pulih dari insiden tersebut.
“Doa terbaik untuk saudara kita Andrie Yunus. Semoga segera diberikan kesembuhan agar dapat kembali menyuarakan hak-hak masyarakat,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie tengah mengendarai sepeda motor. Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga berjumlah dua orang.
Saat ini kasus penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus masih dalam penanganan pihak kepolisian.









