Protes Uruk Tanah Gudang dengan Limbah B3, Puluhan Warga Geruduk Baldes Bakalan

Akses ke gudang sebuah perusahaan yang diblokade warga. warga.
  • Whatsapp

SUMOBITO, Kabarjombang.com–Resah dengan pembangunan gudang yang tanah uruknya menggunakan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun), puluhan warga mendatangi Balai Desa (Baldes) Bakalan, Kecamatan Sumobito, Jombang, Kamis (4/6/2020) siang.

Warga protes karena tidak kuat menahan bau menyengat yang ditimbulkan tanah uruk sebuah gudang yang berasal dari material limbah abu alumunium, hingga membuat pernapasan sesak.

Baca Juga

Selain itu, warga juga memblokade akses jalan menuju gudang dan mengunci pintu gerbangnya, yang berada di pinggir sawah

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Camat Sumobito Mustaghfirin menjelaskan, kedatangan warga ke kantor Baldes Bakalan untuk mengadakan pertemuan terkait pembangunan gudang yang tanah uruknya sebagian ditengarai memakai limbah B3.

Karena masyarakat setiap hari mengetahui, sambung camat, akhirnya komplain. Dan hari ini diadakan pertemuan terkait tindak lanjut pembangunan gudang.

“Hasil pertemuan, warga sudah menyepakati nanti uruk limbah B3 akan diambil kembali oleh penanggung jawab perusahaan,” kata Mustaghfirin, di Baldes Bakalan, sekitar pukul 11.00 WIB.

Pantauan dilokasi, setelah kedua belah pihak sepakat, puluhan warga yang datang ke kantor balai desa langsung membubarkan diri dengan tertib dan pulang ke rumah masing-masing.

Penanggung jawab perusahaan, Jainul menjelaskan, proses pembangunan gudang ini sudah sekitar satu setengah tahun, dan kalau diperbolehkan.

Rencananya akan di gunakan untuk buat garasi transposter (alat pengangkut). Tapi kalau warga tidak menghendaki, akan dipakai buat ayam atau sapi.

“Rencananya gudang ini mau buat garasi transposter tapi kalau tidak boleh, ya buat ayam atau sapi. Dan saya akan menuruti apa kata warga, kalau ini perusahaan mau ditutup dikasih plakat ya saya akan menuruti warga,” ungkap Jainul.

Berita Terkait