Cegah Banjir, Politisi PDIP Ajak Pendamping Desa di Jombang Kampanye Jaga Lingkungan

Tiap Tahun Diterjang Banjir, Politisi PDIP Ajak Pendamping Desa di Jombang Kampanye Jaga Lingkungan
Seminar Normalisasi Sungai Sebagai Upaya Penanganan City Flood dan Menjaga Kelestarian Lingkungan' di PD Panglungan, Jombang, Minggu (31/1/2021).
  • Whatsapp

JOMBANG, Kabarjombang.com – Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, selalu menjadi langganan banjir tiap tahun di musim penghujan. Itu disebabkan karena kondisi sungai avour Avur Ngotok Ring Kanal yang melintas di wilayah tersebut.

Pendangkalan sungai menjadi faktor utama. Kondisi ini membuat sungai tak mampu menampung debit air saat intensitas hujan di wilayah hulu tinggi. Ditambah lagi kondisi sungai yang semakin menyempit.

Baca Juga

“Normalisasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi banjir yang selalu terjadi setiap tahun,” kata anggota DPR RI Sadarestuwati, saat membuka seminar ‘Normalisasi Sungai Sebagai Upaya Penanganan City Flood dan Menjaga Kelestarian Lingkungan’ di PD Panglungan, Jombang, Minggu (31/1/2021).

Ucapan KFM
iklan podcat Jombang
iklan Ramadhan bkad Jombang
iklan Ramadhan disdik Jombang
iklan Ramadhan Pupr Jombang
iklan Ramadhan Bappeda Jombang
iklan Ramadhan Satpol PP Jombang
iklan bank jombang kredit
iklan bank jombang nabung
iklan bank jombang

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah berupaya melakukan normalisasi sungai di berbagai wilayah. Tidak terkecuali di Kabupaten Jombang. Kendati dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap lantaran besarnya anggaran yang dikeluarkan.

Disisi lain, upaya normalisasi sungai itu juga tidak akan maksimal bilamana peran serta masyarakat dalam menjaga lingkunan masih sangat minim. Utamanya melindungi sungai dari sampah, serta lahan sepadan sungai.

“Persoalan banjir ini begitu kompleks, tidak hanya soal kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta penyempitan, namun juga lahan serapan air yang banyak berkurang. Karena kondisi hutan kita yang terus mengalami penyusutan,” terang politisi yang biasa disapa Mbak Estu ini.

Politisi partai berlambang banteng moncong putih ini menilai, perlu adanya kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sehingga bencana alama berupa banjir dan tanah longsor yang sering melanda bisa diminimalisir.

“Saya mengajak kepada teman-teman pendaping desa yang mengikuti seminar ini untuk memberikan sosialisasi terkait pentingnya menjaga lingkungan, menjaga hutan, menjaga sungai. Karena dengan menjaga mereka, sama juga dengan menjaga anak-anak, serta cucu-cucu kita nanti agar terhindar dari bencana,” tukasnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait