Kontras, ‘Andum Apokat’ Sambirejo Wonosalam Dibuka Wabup, CFD Ditiadakan Bupati Jombang

Kegiatan "Andum Apokat" saat berlangsung di lapangan Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang, Minggu (15/3/2020).
  • Whatsapp

WONOSALAM, KabarJombang.com – Kala kegiatan car free day (CFD) di Kabupaten Jombang saban Minggu pagi ditiadakan sebagai langkah antisipasi penyebaran resiko penularan Virus Corona , hal kontras terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten setempat.

Dimana, di lapangan desa setempat, digelar acara “Andum Apokat Sambirejo 2020”, pada Minggu (15/3/2020). Bahkan, acara bagi-bagi sebanyak 2020 buah Alpukat ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) Jombang, Sumrambah bersama Forkopimda.

Baca Juga

Seperti diketahui, CFD ditiadakan sebagaimana surat edaran (SE) Bupati Jombang nomor 451.12/350/415.22/2020 dan ditandatangani langsung oleh Bupati Hj Mundjidah Wahab.

“Ya kontras aja, di sana Jombang kota, CFD ditiadakan oleh Bupati Jombang. Di sini acara bagi-bagi buah alpukat tetap digelar. Malah dihadiri dan dibuka Wabup. Padahal, sama-sama menyedot pengunjung,” kata Andi, salah satu pengunjung acara Andum Apokat, di lokasi.

Sementara Wabup Sumrambah, dalam sambutan membuka acara, mengajak warga Wonosalam dan sekitarnya yang memeriahkan acara Andum Apokat ini, untuk melawan penyebaran virus Corona (Covid-19) dengan kebahagiaan.

“Semoga kita dijaga dan diberikan kesehatan. Hari-hari ini kita didera dengan badai Corrona, mari kita lawan badai Corrona ini dengan kebahagiaan, dengan teriakan, dengan empon-empon, dengan buah-buahan Indonesia, karena dengan mengkonsumsi empon-empon dan buah-buahan Indonesia, virus Corrona tidak masuk ke dalam diri kita,” ucapnya, Minggu (15/3/2020).

Ketua panitia Andum Apokat 2020, Stevanus mengatakan, Wonosalam dikenal sebagai destinasi wisata ramah lingkungan. Dan di Desa Sambirejo yang dikenal dengan buah alpukatnya, sehingga masyarakat desa setempat membuat acara tersebut.

“Acara andum apokat di Desa Sambirejo ini digelar, agar bisa dikenal masyarakat luas. Paling banyak, alpukat tersebut berada di Dusun Sumberarum. Selain itu, di Sambirejo ini juga dikenal kopi organik,” kata Stevanus di lokasi acara.

Disinggung pendanaan kegiatan, Stevanus menyebut kegiatan tersebut didanai dari sumber daya masyarakat dan swadaya kelompok masyarakat.

Selain satu tumpeng raksasa buah alpukat sebanyak 2020 kilogram, juga dimeriahkan kirab 13 tumpeng yang diiringi 4 grup kuda lumping, menuju lapangan desa Sambirejo dengan jarak sekitar 1,4 kilometer.

Tumpeng tersebut berisi bermacam isi, mulai dari buah alpukat, kelapa, salak, rambutan, susu kambing, susu tawar produksi desa setempat.

INSTAGRAM

Berita Terkait