Sebagian Masyarakat Jombang Ragukan Vaksin Covid-19

Ilustrasi vaksin corona
Ilustrasi vaksin corona
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Sebagian masyarakat di Kabupaten Jombang masih meragukan keamanan dari vaksin Sinovac.

Mereka beranggapan jika vaksin covid-19 dari Cina tersebut belum teruji dan takut akan efek sampingnya. Padahal, vaksin tidak dibuat secara sembarangan dan melalui berbagai tahap dalam waktu yang tidak sebentar.

Baca Juga

“Ndak berani saya, soalnya kan vaksin Covid-19 datangnya juga dari Cina, dan Cina sendiri kan pertama kali ada Covid-19, jadi khawatir kalau divaksin,” ujar Afi (22) kepada KabarJombang.com, Selasa (19/1/2021).

Senada dengan apa yang diungkapkan Afi, permuda bernama Angga menyatakan belum siap jika divaksin Covid-19, karena masih ragu serta takut akan efek sampingnya.

“Belum siap. Nunggu info terbaru orang-orang yang sudah divaksin, efek sampingnya seperti apa,” kata pemuda berusia 29 tahun tersebut.

Beda dengan Dian, perempuan berusia 30 tahun ini bersedia untuk divaksin Covid-19. Karena menurutnya hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat adalah yang terbaik.

“Ya bersedia dan setuju, soalnya kan buat mencegah, dan itu kan juga merupakan kebijakan terbaik yang diberikan pemerintah,” ungkap Dian saat ditemui di Kebon Rojo Jombang.

Diketahui bagi masyarakat yang menolak vaksinasi covid-19 akan dikenakan pidana atau denda Rp 100 juta.

Mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan bisa dipidana dengan penjara paling lama satu tahun atau denda maksimal Rp 100 juta.

INSTAGRAM

Berita Terkait