JOMBANG, KabarJombang.com – Kasus infeksi saluran pernapasan pada anak, khususnya pneumonia, masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius di Kabupaten Jombang. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat, setiap bulan rata-rata menangani hampir 50 pasien anak dengan gejala dan diagnosis pneumonia.
Hingga akhir September 2025, tren kasus yang fluktuatif tetap menunjukkan angka yang tinggi. Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama keluarga pasien, dalam mengenali gejala awal penyakit yang menyerang paru-paru ini.
“Jangan menunggu kondisi anak memburuk. Demam berkepanjangan, batuk yang tak kunjung reda, dan kesulitan bernapas harus segera diperiksakan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (1/10/2025).
Dalam kurun Januari hingga September 2025, jumlah pasien anak yang dirawat akibat pneumonia mencapai ratusan. Kasus sempat melonjak pada Februari, Mei, dan Juni, masing-masing dengan 60 anak. Sementara bulan-bulan lain mencatat kisaran 30 hingga 50 kasus.
RSUD Jombang telah menyiapkan prosedur penanganan pneumonia sesuai standar medis, mulai dari pemeriksaan rontgen dada, tes laboratorium, hingga pemantauan saturasi oksigen. Berbagai alat bantu pernapasan seperti nebulizer, oksigen sentral, ventilator, dan High Flow Nasal Cannula (HFNC) juga tersedia untuk mendukung proses penyembuhan.
Selain perawatan medis, rumah sakit turut memberikan edukasi kepada orang tua agar mampu melakukan pemantauan lanjutan pasca-rawat inap. Menurut dr. Pudji, keterlibatan keluarga menjadi faktor krusial dalam mencegah kondisi kambuh atau memburuk.
“Pneumonia bisa dicegah dan ditangani secara efektif jika terdeteksi sejak dini. Kami tekankan pentingnya peran orang tua untuk lebih peka terhadap gejala awal. Dengan penanganan cepat, tingkat kesembuhan anak akan jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan asupan gizi anak, dan menghindari paparan polusi sebagai langkah pencegahan jangka panjang terhadap penyakit pernapasan.









