Musim Hujan Tiba, Kasus DBD di Jombang Melonjak 129 Pasien, Fasilitas Kesehatan Siaga

Foto : Ilustrasi dibuat dengan ai.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Memasuki musim hujan tahun ini, Kabupaten Jombang mulai menghadapi peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sejak awal Oktober hingga pertengahan November 2025, tercatat 129 warga terserang DBD, sebuah angka yang membuat fasilitas kesehatan di daerah tersebut meningkatkan kewaspadaan.

Lonjakan kasus tersebut terdistribusi di sejumlah kecamatan. Para pasien kini menjalani perawatan di puskesmas hingga rumah sakit pemerintah dan swasta, seperti RSNU Jombang, RS Pelengkap, RSK Mojowarno, RSUD Ploso, hingga RSUD Jombang. Sejumlah rumah sakit melaporkan jumlah pasien yang terus bergeser setiap pekan.

Baca Juga

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyebutkan bahwa kondisi cuaca saat ini berpotensi memperburuk situasi. Menurutnya, tren peningkatan kasus biasanya terus berlangsung hingga puncak musim hujan pada Desember 2025 hingga Januari 2026.

“Kondisi ini harus diantisipasi bersama. Selama musim hujan, risiko penularan DBD meningkat, sehingga upaya pemberantasan sarang nyamuk di semua lingkungan menjadi sangat penting,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Dinkes Jombang telah menggerakkan 34 puskesmas untuk memperkuat program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan meningkatkan edukasi masyarakat. Selain sosialisasi di lingkungan perumahan, penyuluhan juga digencarkan di sekolah-sekolah untuk memastikan lokasi belajar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

Hexawan mengingatkan bahwa nyamuk penular DBD dapat menjangkau area hingga 1 kilometer, sehingga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh.

Meski jumlah kasus masih dalam kendali, pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran masyarakat. Upaya membersihkan lingkungan tidak akan efektif jika hanya dilakukan di rumah, sementara lingkungan sekolah atau fasilitas umum masih menjadi sarang nyamuk.

Dengan curah hujan yang diprediksi meningkat dalam beberapa pekan ke depan, Dinas Kesehatan Jombang mengimbau warga untuk melakukan pemeriksaan dini jika mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, atau muncul bintik merah.

Di RSUD Jombang, peningkatan pasien DBD juga terasa. Pada pertengahan November saja, delapan pasien termasuk sejumlah anak dirawat dengan beragam kondisi. Dua pasien anak bahkan harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU.

Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, menegaskan bahwa perubahan musim memainkan peran besar dalam meningkatnya populasi nyamuk.

“Saat curah hujan tinggi, perkembangbiakan nyamuk lebih cepat. Meskipun di musim hujan ini jumlah pasien tidak sebanyak musim kemarau kemarin, kami tetap meningkatkan kesiapsiagaan,” jelasnya.

Puji menambahkan bahwa pola kenaikan kasus DBD biasanya terjadi secara siklus lima tahunan, sehingga kewaspadaan tidak boleh mengendur. Ia kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan 3M (Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas) serta menggunakan abate atau ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air.

Berita Terkait