MOJOWARNO, KabarJombang.com – Upaya menjaga keamanan pangan di lingkungan sekolah terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang.
Melalui kegiatan Sosialisasi Penjamah Makanan, Dinkes mengumpulkan tujuh Sekolah Penyelenggara Program Gizi (SPPG) di Gedung Pertemuan Puskesmas Mojowarno.
Tujuh lembaga SPPG yang terlibat antara lain SPPG Aqoba Tebuireng Diwek, Mahardika Selorejo, Bunda Selorejo, Kharizma Jaya Gondek, Pattimura, Pertemuan Dua Lautan Ngoro, dan Wijaya Mandiri Tambar.
Plt Camat Mojowarno, M. Ronny Afriandie, menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat kesadaran pengelola pangan di lingkungan sekolah.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang memiliki komitmen menjaga kualitas pangan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan inj diikuti sekitar 175 peserta dari berbagai lembaga pendidikan. Hadir pula Kapolsek Mojowarno AKP Soesilo, Batituud Koramil Mojowarno Peltu Mukiyi, Kepala Puskesmas Mojowarno Sri Wahyuningsih, serta perwakilan Dinkes Jombang.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Mojowarno, Sri Wahyuningsih, mengingatkan pentingnya penerapan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB).
“CPPB bukan sekadar aturan, tapi investasi jangka panjang untuk membangun kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi lembaga,” ucapnya.
Fitri perwakilan dari Dinas Kesehatan Jombanb (Dinkes Jombang), menegaskan peningkatan pengetahuan soal higienitas dan sanitasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit bawaan makanan (foodborne disease).
“Tujuan akhirnya adalah memastikan produk pangan yang disajikan benar-benar aman dan berkualitas,” tegasnya.
Dinkes berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran sosialisasi. Para penjamah makanan diharapkan mampu menerapkan praktik pengolahan pangan yang higienis dan aman di setiap dapur sekolah.









