Layangan Sukhoi Paling Diminati, Produsen Raup Untung Puluhan Juta di Masa Pendemi

Beberapa contoh layangan dan benang senaran yang dijual Ega. (Foto: dok narsum)
  • Whatsapp

SUMOBITO, KabarJombang.com – Meski belum jelas latar belakangnya, apakah karena jenuh berada di rumah saat pandemi Covid-19 atau gegara dukungan angin yang meniup cukup kencang, yang pasti, warga Kabupaten Jombang mulai gandrung bermain layang-layang, dalam dua bulan terakhir.

Permainan tradisional yang biasa muncul kala musim kemarau dan angin ini, menjadi berkah tersendiri bagi produsen layangan. Seperti dialami Ega Nur Cahyana (28) warga Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Baca Juga

Ia mengaku meraup untuk puluhan juta rupiah dalam sebulan dari kreasinya membuat dan menjual layangan serta pernak-perniknya. Ega mengaku, awalnya berjualan layangan dengan kulakan.

“Selang beberapa waktu, mencari layangan sulit. Katanya sih, layangan itu produksinya di Jatim lalu dibawa ke Jakarta. Nah, dari situ muncul ide untuk produksi layangan sendiri,” tuturnya pada KabarJombang.com, Senin (10/8/2020).

Selain layang-layang, ia juga berjualan benang untuk layangan. Mulai benang biasa, gelasan toko, hingga senar dengan beragam jenis. Ia mengaku, penjualan layang-layang serta benang, melonjak dibanding musim layangan sebelumnya.

“Selama 2 bulan ini, kami bias meraup ungtung hingga Rp 40 juta. Harga layangannya, kalau grosir Rp 800 sampai Rp 2.200. Sedangkan harga benang senaran mulai Rp 5 ribu sampai 250 ribu,” ungkapnya.

Selama ini, kata Ega, dia hanya berpromosi melalui Medsos Facebook saja. Beberapa di antaranya, diakuinya memang sudah berlangganan. Tak hanya warga Jombang, warga luar Jombang juga mengulak layangan produksinya.

“Gak hanya orang Jombang sendiri yang beli, tapi juga melayani luar kota. Pernah kirim ke Magetan, Tulungagung, Tuban, Madiun. Ini tadi barusan kirim 2.000 pieces ke Tuban,” sebutnya.

Ega blak-blakan, keuntungan cukup besar dia dapat hanya dari jualan layang-layang dan benang senaran. Meski harga layangan tidak seberapa, namun katanya, cepat laku.

“Saat ini, sekitar 10 orang yang membantu saya membuat layangan. Biasanya tiap 3 hari setor layangan jadi ke saya. Yang paling diminati, layangan sablon Sukhoi,” sambungnya.

INSTAGRAM

Berita Terkait