Bocah Sambongdukuh Tewas di Kedung Cinet, Ternyata Hafal 4 Juz Al-Qur’an dan Andalan Ishari

Proses pembongkaran makam Muhammad Alfian (13) bocah asal Desa Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, untuk dilakukan otopsi lanjutan, Jumat (23/10/2020). (Foto: Anggraini)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Muhammad Alfian Rizki Pratama (12) warga Desa Sambongdukuh, Kecamatan/Kabupaten Jombang, yang tewas tenggelam di sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Jombang pada Rabu 21 Oktober 2020 kemarin, ternyata hafiz Al-Qur’an dan kerap mengukir prestasi.

Menurut NH, tetangga korban yang ikut menyaksikan proses pembongkaran makam korban mengatakan, selain dikenal anak yang baik, Alfian juga kesohor banyak menorehkan prestasi membanggakan di sekolah maupun di desanya.

Baca Juga

Korban, lanjut NH, duduk di bangku kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kauman, Jombang, dan almarhum sudah hafal 4 juz Al-Qur’an.

“Perilakunya bagus. Dia itu sudah hafalan Al-Qur’an 4 juz di MIN Kauman Jombang. Padahal besok itu, dia lomba bahasa Arab. Pokoknya dia dikenal anak pintar, baik banget di mata masyarakat,” ujar NH kepada KabarJombang.com, di TPU desa setempat, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, kata NH, almarhum Alfian juga aktif di kegiatan keagamaan di desa Sambongdukuh. Seperti, ikut Banjari, Ishari, Hadrah, Tartil. “Biasanya, dia ikut jadi penabuh,” kata NH.

NH juga mengatakan, selama ini, almarhum Alfian tidak pernah kelihatan bermain jauh-jauh. Dia juga mengaku heran, kenapa saat itu, korban mau diajak bermain sampai ke wisata Kedung Cinet.

“Selama ini dia tidak pernah bermain jauh, apalagi ke luar desa ini. Dia selalu mementingkan salat, mengaji. Dia main ke Kedung Cinet kemarin itu, ya diajak dua orang temannya,” ungkapnya.

Meski hanya tetangga, NH mengaku terpukul dengan kepergian Muhammad Alfian Rizki Pratama untuk selama-lamanya. Sepanjang hidupnya, almarhum Alfian kerapkali bermain ke rumah NH.

Paling terpukul atas kepergian Alfian, kata NH, adalah suaminya. Karena suaminya adalah anggota Ishari dan selama ini, almarhum Alfian menjadi salah satu andalan di Ishari (Ikatan Seni Hadroh Republik Indonesia) Nahdlatul Ulama (NU) desa Sambongdukuh.

“Meski saya tetangganya, ikut terpukul atas kepergian Alfian, karena anaknya baik, berprestasi, juga lucu. Paling terpukul itu, ya suami saya, karena satu Ishari dengan Alfian. Almarhum juga pemain andalan. Saat dengar kabar ini, suami saya juga syok,” pungkasnya.

Baca Sebelumnya: Makam Bocah yang Tewas di Kedung Cinet Jombang Dibongkar, Teman Korban Jadi Tersangka

INSTAGRAM

Berita Terkait