Makam Bocah yang Tewas di Kedung Cinet Jombang Dibongkar, Teman Korban Jadi Tersangka

Lokasi makam korban yang dibongkar di TPU Desa Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Makam Muhammad Alfian Rizki Pratama (13) bocah yang meninggal tenggelam di sungai Kedung Cinet, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, dibongkar petugas Forensik Polres Bhayangkara Kediri, Jumat (23/10/2020) pagi.

Pantauan di lokasi area tempat pemakaman umum (TPU) Desa Sambongdukuh, Kecamatan/ Kabupaten Jombang, tampak dipadati warga sekitar. Mereka menyaksikan prosesi pembongkaran makam, yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga

Di sekitaran titik makam pelajar bernasib nahas tersebut, juga dipasang garis polisi (Police Line), dan diberi tenda guna menutupi proses penggalian.

Kaslim (47) yang mengaku paman korban, mengatakan, proses penggalian jenazah keponakannya itu untuk dilakukan proses otopsi. “Kemarin sebelum dimakamkan, sudah dilakukan proses otopsi bagian luar. Hari ini makam dibongkar, untuk dilakukan otopsi lebih dalam,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Plandaan AKP Akwan membenarkan, proses pembongkaran makam bocah nahas tersebut untuk dilakukan otopsi. Ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.

“Penyelidikan sudah kita lakukan kepada korban sebelumnya, saat dan sesudah dari lokasi kejadian. Hari ini kita lakukan otopsi pada bagian dalam,” ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan telah memeriksa saksi-saksi. Dalam pemeriksaan itu, pihaknya telah menetapkan tersangka yakni AHR (16) warga Dusun/Desa Sambongdukuh, yang masih kerabat korban dan ikut bersama korban ke lokasi wisata Kedung Cinet.

“Menurut keterangan saksi, pelaku mendorong korban ke sungai. Karena korban tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam dan berujung meninggal dunia,” kata AKP Akwan.

Usut punya usut, motif pelaku melakukan hal tersebut, karena kesal ditagih utang sebesar Rp 200 ribu oleh korban. “Penyelidikan mengarah ke pidana. Di mana pelaku sudah merencakan tindakannya ini, sebelum mengajak korban pergi ke Kedung Cinet,” jelasnya.

Sementara hasil pemeriksaan terakhir dari tim medis, lanjut AKP Akwan, kesimpulan sementara penyebab meninggalnya korban, karena tidak bisa bernafas.

INSTAGRAM

Berita Terkait