Bentrok Dua Perguruan Silat di Flyover Peterongan, Seorang Pekerja Pabrik Jadi Sasaran

Trenady Pramudya (19) korban sekaligus saksi bentrokan dua perguruan silat di Flyover, Peterongan, Jombang.
  • Whatsapp

PETERONGAN, KabarJombang.com – Bentrokan puluhan pemuda dari dua perguruan pencak silat, terjadi di bawah Jalan Flyover Peterongan, Kabupaten Jombang, Selasa (7/4/2020) siang. Aksi tawuran ini, malah menyasar seorang pekerja bernama Trenady Pramudya (19).

Akibat menjadi sasaran pukul puluhan pemuda dari salah satu perguruan pencak silat, pemuda asal Dusun Nglajur, Desa Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Jombang ini mengalami luka memar di tangan dan kepalanya.

Baca Juga

Trenandy bercerita, saat itu dirinya pulang dari pabrik tempatya bekerja sekitar pukul 11.30 WIB. Dia ke Pasar Peterongan mengendarai motor CBR miliknya nopol S 5060 OAB, berniat membeli minum es untuk melepas dahaga.

Seketika itu, datang seratusan lebih pemuda bersepeda motor dari arah timur atau Surabaya. Dia yang lagi enak-enakan berdiri di utara jalan, hendak mengeluarkan ponselnya. Tiba-tiba dia didatangi sejumlah pemuda dari rombongan tersebut. “Nunjuk-nunjuk sambil ngomong rekam-rekam, begitu,” kata Trenandy, saat berada di Polsek Peterongan.

Sejurus kemudian, ponsel di tangannya itu mendadak dirampas dan dilihatnya. “Ya nggak ketemu, lha saya nggak merekam apa-apa. Tapi HP saya nggak dirampas kok,” katanya.

Di saat pengecekan itu, dirinya kemudian dipukul oleh seseorang dari rombongan tersebut. Tak ayal, aksi brutal pun terjadi. Trenandy mengaku dipukuli puluhan pemuda rombongan tersebut. “Puluhan teman se perguruan Pagar Nusa itu pun ikut memukul saya. Ada yang melempar batu,” certa Trenandy.

Selang beberapa saat, dia pun didatangi salah satu pemuda dari rombongan tersebut. Trenandy pun diselamatkan, dan dia meminta maaf jika sudah memukulinya. “Kemudian masyarakat datang menolong saya, kemudian mengamankan dan memberitahu jika motor saya ada di balai desa Peterongan. Nggak rusak kok,” ujarnya.

Sementara Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, tidak ada korban jiwa dari aksi bentrok antar dua perguruan pencak silat di bawah jalan Flyover Peterongan tersebut. Hingga kini, pihaknya telah mengamankan empat orang untuk dimintai keterangan.

Hanya saja, pihaknya tidak menyebut secara detil siapa empat orang yang dimaksud, juga asal dan dari perguruan silat mana. “Dari luar daerah aja,” singkat Kapolres Boby saat berada di Polsek Peterongan.

Soal tindak lanjut penanganan, pihaknya hanya mengatakan jika hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan. “Nanti kita lihat, bukti-buktinya mendukung nggak untuk diproses lebih lanjut. Apakah mereka statusnya sebagai saksi atau pelaku, masih dalam proses,” jawabnya.

Disinggung ada kendaraan yang rusak akibat kejadian ini. “Belum. Nanti kita cek lagi,” jawabnya singkat.

Reporter: Jajang

INSTAGRAM

Berita Terkait