WONOSALAM, KabarJombang.com – SMPN 2 Wonosalam terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop “Strategi Pengelolaan Pembelajaran Mendalam” yang ditujukan bagi kepala sekolah dan para guru. Kegiatan ini berlangsung dua hari pada Selasa (11/11/2025) dan Selasa (18/11/2025), dengan melibatkan 11 guru sebagai peserta.
Kepala Sekolah SMPN 2 Wonosalam, Warnoto S.Pd., M.Pd., menyampaikan workshop tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan menyelaraskan pembelajaran mendalam dengan visi, misi dan tujuan sekolah.
“Workshop ini kami selenggarakan khusus untuk pendalaman konsep tentang kerangka kerja pembelajaran mendalam yang meliputi 8 dimensi profil lulusan, 3 prinsip pembelajaran, 3 pengalaman belajar dan 4 kerangka pembelajaran. Fokus utamanya adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dan mendidik siswa siswi sesuai dengan kerangka kerja pembelajaran mendalam,” ujarnya.
Penguatan Pedagogik dan Kokurikuler
Materi utama workshop mencakup penguatan kompetensi pedagogik serta implementasi pembelajaran kokurikuler.
Kompetensi pedagogik menekankan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, menilai dan mengevaluasi pembelajaran yang berpijak pada 8 dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran mendalam dan pengalaman belajar.

Selain itu, pembelajaran kokurikuler menjadi salah satu fokus penting dalam kegiatan workshop. Kegiatan kokurikuler di SMPN 2 Wonosalam mencakup tiga jenis, yakni kegiatan kokurikuler melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, kegiatan kokurikuler melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), dan kegiatan kokurikuler melalui cara lain yang mendukung pengayaan pembelajaran.
“Guru di era sekarang bukan hanya mengajar mata pelajaran wajib, tetapi juga harus melaksanakan kegiatan kokurikuler untuk memperkuat dan memperkaya kompetensi dan karakter siswa,” jelasnya.
Pola Pikir bertumbuh dan Penyelarasan Visi Misi
Workshop juga menanamkan pemahaman mengenai growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Hal ini penting karena sebagian guru masih beranggapan bahwa kemampuan siswa bersifat tetap.
“Kami dorong guru untuk percaya diri bahwa setiap anak bisa berkembang dan menjadi pandai. Dengan didikan yang tekun dan menyesuaikan kebutuhan anak, maka akan ada perubahan pada kemampuan siswa-siswi,” tegas Warnoto S.Pd., M.Pd.,

Selain itu, kegiatan ini turut menyelaraskan pembelajaran mendalam dengan visi sekolah: Berprestasi, Berkarakter, dan Peduli Lingkungan, serta dengan misi yang menekankan pembelajaran berkualitas, penguatan karakter, dan pencapaian delapan dimensi profil lulusan.
Guru Mulai Terapkan Hasil Workshop
Menurut Warnoto, S.Pd.,M.Pd, hasil pelatihan mulai terlihat dari perbaikan administrasi dan rancangan pembelajaran.
“Selama ini masih ada rancangan yang belum memuat delapan profil pelajar, prinsip pembelajaran, dan pengalaman belajar. Usai workshop, semua itu mulai dibenahi,” ujarnya.
Para guru juga mulai mengimplementasikan pendekatan belajar yang lebih bermakna, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.

Prestasi Siswa Terus Meningkat
Dengan jumlah 133 siswa, SMPN 2 Wonosalam tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif membina potensi non akademik. Prestasi siswa terus meningkat dari tahun ke tahun, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Salah satu siswa berprestasi, Selami Oyomi, berhasil meraih deretan juara, antara lain:
Juara 2 Lari 400 M POPKAB Jombang 2024.
Juara 1 Lari 800 M POPKAB 2025.
Juara 3 Lompat Jauh POPKAB 2025.
Juara 1 dan 2 O2SN 2025 (kategori lompat jauh).
Selain itu, tim bola voli putra dan putri juga mencatat prestasi gemilang. Pada PHBN 2025, tim voli putra meraih Juara 1, sementara tim voli putri menempati Juara 2 ditingkat kecamatan Wonosalam.
“SMPN 2 Wonosalam memang dikenal lewat prestasi voli. Latihan akan kami intensifkan dan kami akan mengikuti lebih banyak ajang untuk mengembangkan bakat siswa,” jelasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Sekolah SMPN 2 Wonosalam berencana menambah koleksi buku, memperkaya metode pembelajaran variatif, meningkatkan fasilitas pembelajaran, hingga memperkuat budaya berkarakter di lingkungan sekolah.
“Target kami adalah mencetak siswa yang unggul dalam ilmu, karakter, dan prestasi. Itu kami mulai dari pembelajaran mendalam dan guru yang semakin kompeten,” pungkasnya.









