Siswa SMA Negeri 2 Jombang Dibekali 9 Nilai Pendidikan Anti Korupsi

  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Jombang dibekali 9 nilai anti korupsi. Agenda bedah film jadi pancingan untuk para siswa.

Bedah film anti korupsi ini diberikan kepada para siswa agar dapat membentuk karakter kepemimpinan yang jujur dan amanah di masa depan.

Baca Juga

Hal itu juga semakin lengkap, saat bedah film anti korupsi itu juga dihadiri oleh Duta Antikorupsi Jawa Timur yaitu Jessica Brillianda Parawansa, kelas X-8 SMAN 2 Jombang.

Sosialisasi & Bedah Film Pendidkan Antikorupsi yang dihadiri oleh siswa SMAN 2 Jombang bertempat di Aula SMAN 2 Jombang. Menurut Jessica, bahwa Indonesia menduduki urutan ke 110 dari 180 negara yang paling banyak melakukan korupsi dan berdasarkan data Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Ada 579 kasus korupsi yang telah ditindak di Indonesia sepanjang 2022. Dari berbagai kasus, 1.396 merupakan tersangka korupsi di dalam negeri,” ucapnya.

Bila angka korupsi semakin tinggi akan mengakibatkan pembangunan terhambat, meningkatkan angka kemiskinan, menurunnya integritas bangsa.

“Jika angka korupsi di Indonesia meningkat, maka hal tersebut akan memunculkan ketimpangan dalam kehidupan sosial, ekonomi bahkan politik di masyarakat. Tentunya akan menurunkan integritas suatu bangsa,” ungkapnya.

Jessica melanjutkan, untuk menjauhi praktek korupsi. Para siswa harus mengetahui 9 nilai anti korupsi yang mulai saat ini harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk mencegah korupsi dapat menerapkan 9 nilai anti korupsi, yaitu Berani, jujur, mandiri, peduli, adil, disiplin, kerja keras, tanggung jawab dan sederhana,” jelasnya.

Barulah setelah pemaparan itu, para siswa kemudian diajak untuk melanjutkan acara sosialisasi dengan pemutaran beberapa film Pendidikan Antikorupsi, yang dilanjutkan tanggapan peserta.

Jadi Sekolah Terbaik Kelima se Jawa Timur dan Pertama se Kabupaten Jombang Nilai UTBK (H2)

Untuk diketahui, SMA Negeri 2 Jombang, merupakan sekolah penggerak dalam rangka Implementasi Kurikulum Merdeka yang fokus pada pelayanan pembelajaran sesuai kondisi peserta didik (berdiferensiasi).

“Baik dari sisi perbedaan gaya belajar, tingkat kemampuan dan kesiapan materi, serta minat siswa yang di letakan dalam KBM Intra,” ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jombang Budiono, SPd, MMPd.

Selain itu, sekolah juga menekankan pada penguatan karakter yang dikenal dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diletakan pada Ko Kurikuler, kemudian Ekstra kurikulernya fokus pada pengembangan diri dan ketrampilan peserta didik.

Salah satu capaian yang sangat membanggakan adalah nilai rata-rata tes UTBK siswa lulusan SMA Negeri 2 Jombang yang meraih peringkat 5 dari 25 SMA Terbaik Jatim Versi Nilai UTBK (H2)

“Secara otomatis peringkat 1 di kabupaten Jombang,” tukasnya.

Bentuk Karakter Siswa Sejak Dini dengan Sosialisasi Program Kenakalan Remaja

Selain mengembangkan keterampilan peserta didik yang dibuktikan dengan capaian tes siswa lulusannya terbilang tinggi, SMA Negeri 2 Jombang juga kerap kali menggelar sosialisasi perihal pembentukan karakter remaja.

“Hal itu dirasa penting, melihat para siswa yang aktif belajar di sekolah masih dalam transisi dari usia muda menuju ke usia yang lebih matang,” ungkapnya.

Salah satu cara untuk membentuk karakter siswa salah satunya dengan sosialisasi program pencegahan kenakalan remaja terkait peredaran narkoba, tawuran antar perguruan silat dan penggunaan knalpot bronk, kerjasama dengan Polres Jombang.

Pendekatan yang digunakan pada sosialisasi program tersebut adalah semacam sharing, curhat atau tanya jawab seputar permasalahan diatas.

Narasumber Kapolres Jombang, AKBP Eko Bagus Riyadi, serta ada juga dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik), para guru dan siswa serta perwakilan komite dan wali murid siswa.

“Edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar, sekaligus untuk meminimalkan potensi kenakalan remaja,” kata Kapolres.

Ada beberapa fokus yang menjadi tujuan kegiatan sosialisasi hukum di lingkungan sekolah. “Yakni mulai sosialisasi pencegahan tindak kriminalitas, pergaulan bebas, pencegah penyalahgunaan narkoba, balapan liar dan antisipasi gesekan antar perguruan pencak silat,” pungkasnya.

Iklan Bank Jombang 2024

Berita Terkait