MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Di sebuah pagi yang hangat di Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, tawa dan canda para lansia terdengar bersahutan. Sebagian duduk rapi menanti giliran pemeriksaan kesehatan, sementara yang lain mengikuti gerakan senam ringan yang dipandu dengan penuh semangat.
Inilah wajah dari Posyandu Lansia keliling yang diinisiasi oleh RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, sebuah program yang menghidupkan kembali semangat sehat dan bahagia di usia senja.
Kegiatan yang digelar pada 16 Mei 2025 lalu ini bukan sekadar rutinitas medis biasa. Di balik penyuluhan kesehatan, layanan antar jemput pasien gratis, hingga cek kesehatan dasar, terselip misi kemanusiaan yang lebih besar menjangkau mereka yang kerap terlupakan oleh akses pelayanan kesehatan, yaitu para lansia.
“Tujuan utama kami adalah untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok lansia yang memiliki keterbatasan akses. Kami ingin mereka tetap sehat, mandiri, dan produktif,” ujar dr. Dwi Rizki Wulandari, Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, melalui Kepala Humas dan Marketing, Mohammad Yasin.
Program ini bukan sekadar kegiatan satu kali. Sejak awal berdiri, RSU PKU Muhammadiyah memang telah aktif dalam kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, sejalan dengan visi dakwah kemanusiaan Muhammadiyah. Posyandu Lansia pun kini telah menjadi bagian dari program rutin rumah sakit, menjangkau desa-desa di wilayah Mojoagung dan sekitarnya.
Melihat kesuksesan di Desa Mancilan, RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini. Dengan kolaborasi yang erat bersama pemerintah desa, rumah sakit berharap layanan kesehatan yang menyeluruh dan humanis bisa terus menjangkau lebih banyak desa, lebih banyak warga, dan tentunya lebih banyak lansia yang membutuhkan.
“Ini baru awal. Kami ingin terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan. Karena kami percaya, merawat lansia bukan hanya tugas medis tetapi juga bentuk cinta pada kehidupan,” tutup Mohammad Yasin.
Desa Mancilan menjadi salah satu desa binaan yang menerima manfaat langsung dari program ini. Kepala Desa Mancilan, Atim Riduwan, mengapresiasi penuh sinergi yang terjalin antara pihak rumah sakit dan pemerintah desa.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu. Kami secara rutin melibatkan kader-kader desa, dari tingkat dusun hingga desa, untuk memfasilitasi kegiatan lansia. Ada sinergitas yang kuat dengan RSU PKU dalam mendukung pelayanan kesehatan,” ungkapnya.
Respons masyarakat? Jangan ditanya. Para lansia begitu antusias bahkan beberapa datang lebih awal, ditemani keluarga mereka. Tak sedikit yang mengaku senang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus jauh-jauh ke rumah sakit.
“Melalui musyawarah desa dan kader-kader, kami menyosialisasikan kegiatan ini secara menyeluruh. Dan hasilnya luar biasa. Lansia kami merasa lebih diperhatikan,” terang Kepala Desa Mancilan.
Menurutnya, tak hanya aspek medis yang menjadi sorotan, sentuhan emosional dan sosial juga terasa begitu kental. “Kegiatan seperti ini bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangun kembali semangat dan rasa percaya diri para lansia. Bahwa mereka tetap penting, tetap diperhatikan, dan tetap bisa berkontribusi,” pungkasnya.









