JOMBANG, KabarJombang.com – Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Sentra Industri Tahu di Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Acara ini dirangkaikan dengan Festival Tahu sebagai wujud syukur dan promosi identitas kuliner khas Jombang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Bapak Diaz Hendropriyono, Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, Bupati Jombang Abah Warsubi, jajaran Direksi PT PGN, unsur Forkopimda Kabupaten Jombang, serta para pelaku industri tahu yang tergabung dalam Paguyuban Sumber Berkah.
Industri Tahu: Ikon Ekonomi Rakyat Sekaligus Tantangan Lingkungan sejak tahun 1970-an, Kecamatan Jogoroto dikenal sebagai sentra produksi tahu terbesar di Jombang.
Saat ini terdapat 88 unit usaha yang tersebar di tiga desa: Mayangan, Sumbermulyo, dan Ngumpul. Setiap harinya, industri ini membutuhkan sekitar 84 ton kedelai, menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja, dan menghasilkan produk yang dikenal luas dengan nama Tahu Njombang, yang dipasarkan hingga Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Namun, pertumbuhan industri ini menghadirkan persoalan serius. Proses produksi menghasilkan 1,26 juta liter limbah cair per hari, yang sebagian besar dibuang langsung ke lingkungan. Hal ini menimbulkan pencemaran sungai, penurunan kualitas air tanah, serta keluhan masyarakat di wilayah hilir.
Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Dinas Lingkungan Hidup telah berupaya membangun IPAL skala kecil, memanfaatkan biogas, hingga menerapkan fitoremediasi. Namun, kendala pembiayaan, keterbatasan SDM pengelola, serta kesadaran kolektif membuat hasilnya belum optimal.

Kolaborasi Nyata: Pemerintah, PGN, dan KoperasiMelalui kesadaran para pelaku usaha, terbentuklah Paguyuban Sumber Berkah, yang kemudian akan berkembang menjadi Koperasi Sumber Berkah. Mereka secara swadaya menyediakan lahan seluas 4.305 m² untuk pembangunan IPAL Komunal.
Bupati Jombang, Abah Warsubi, menyampaikan apresiasi tinggi kepada KLHK dan PGN atas dukungan nyata dalam pembangunan ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita memulai tonggak penting. IPAL Komunal ini adalah bukti nyata bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Pemerintah pusat memberi dukungan regulasi dan dukungan, pemerintah daerah memfasilitasi, PGN hadir dengan dukungan strategis, dan para pelaku usaha mengambil peran penuh. Inilah kolaborasi yang sesungguhnya,” ujar Bupati Warsubi.
Selaras dengan Visi Jombang, Visi Nasional, dan SDGsPembangunan IPAL Komunal Sentra Tahu Jogoroto juga menjadi wujud implementasi berbagai agenda pembangunan:
•Visi Kabupaten Jombang: “Maju dan Sejahtera untuk Semua.”
IPAL Komunal mendukung misi meningkatkan SDM berdaya saing, mewujudkan kemandirian ekonomi rakyat, membangun infrastruktur ramah lingkungan, memperkuat ketahanan budaya lokal lewat ikon Tahu Njombang, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan kolaboratif.
•Visi Presiden Prabowo Subianto: “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045.”
Proyek ini sejalan dengan empat pilar Asta Cita:
1. Swasembada pangan, energi, dan ekonomi hijau (Sumber gizi protein, limbah tahu jadi pupuk & biogas).
2. Lapangan kerja berkualitas (lebih dari 3.000 pekerja terserap).
3. Membangun dari desa (Jogoroto sebagai contoh sukses pembangunan berbasis potensi lokal).
4. Kehidupan harmonis dengan lingkungan (industri rakyat tumbuh tanpa merusak alam).
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Paling tidak enam tujuan langsung tercapai melalui pembangunan ini:
•SDG 6 (Air Bersih & Sanitasi),
•SDG 7 (Energi Bersih & Terjangkau),
•SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi),
•SDG 9 (Industri, Inovasi & Infrastruktur),
•SDG 12 (Produksi & Konsumsi Berkelanjutan),
•SDG 13 & 15 (Iklim & Ekosistem Darat).
BERSINAR 2027: Harapan Sentra Tahu Jogoroto
Paguyuban pelaku usaha telah meneguhkan visi: “Sentra Industri Tahu BERSINAR 2027 – Berwawasan Lingkungan, Higienis, dan Tenar.”
Dengan adanya IPAL Komunal, industri tahu diharapkan tidak hanya menjadi motor ekonomi rakyat, tetapi juga ikon wisata kuliner yang terintegrasi dengan wisata religi dan budaya Jombang.
“Inilah cara kita membangun Jombang: religius dalam nilai, berdaya dalam ekonomi, dan berkelanjutan dalam pembangunan. Dan inilah cara kita berkontribusi untuk Indonesia: berdaulat dalam pangan, hijau dalam energi, adil dalam pembangunan, dan lestari dalam lingkungan,” tegas Bupati Warsubi.









