MOJOAGUNG, KabarJombang.com – Matahari belum tinggi ketika deru langkah dan senyum warga mulai memenuhi lapangan Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, pada Sabtu (24/8/2025) pagi. Dari anak-anak hingga lansia, semua tampak antusias menyambut kehadiran rombongan dari RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung yang datang bukan sekadar membawa obat dan peralatan medis, tetapi juga semangat kepedulian dan kebersamaan.
Di bawah tenda sederhana, meja-meja pemeriksaan kesehatan sudah berjajar rapi. Beberapa tenaga medis tampak sigap menyambut warga yang ingin memeriksa tekanan darah, kadar gula, atau sekadar berkonsultasi tentang keluhan kesehatan mereka. Di sisi lain, suara riuh senam bersama menggema, dipandu oleh instruktur dari Pimpinan Muhammadiyah Cabang Mojowarno, menambah semarak suasana.
Di balik agenda bakti sosial ini ada semangat untuk memberi yang terbaik bagi masyarakat, sebagaimana disampaikan oleh dr. Dwi Rizki Wulandari, Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, melalui Kepala Humas dan Marketing, Mohammad Yasin.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial rumah sakit. Selain memberikan pelayanan kesehatan, kami juga ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menyemarakkan HUT RI ke-80 dengan semangat perjuangan,” ujarnya.
Bagi sebagian orang, Gedangan mungkin hanyalah satu dari sekian banyak desa di wilayah Jombang. Namun bagi RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, desa ini menyimpan kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang lebih layak. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan bahwa masih banyak warga yang belum memiliki akses mudah terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
“Pelayanan kesehatan itu seharusnya tidak hanya menyasar kota-kota besar, tapi juga menjangkau desa-desa. Ini bentuk perhatian kami agar pelayanan lebih merata,” jelas Yasin.
Bakti sosial ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian obat-obatan, hingga konsultasi medis. Tidak berhenti di sana, warga juga mendapatkan penyuluhan tentang pola hidup sehat, yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Selain itu, anak-anak tampak riang saat mengikuti jalan sehat sambil mengincar hadiah doorprize. Sementara para lansia bersyukur karena bisa memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa harus jauh-jauh pergi ke kota.
RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Tak hanya sebagai program rutin, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Kesehatan adalah hak semua orang. Kami ingin terus hadir, menebar nilai kepedulian, kebersamaan, dan kebermanfaatan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama,” harapnya.
Lebih dari 100 orang terlihat antusias dalam mengikuti acara ini, termasuk lima tenaga medis, staf rumah sakit, relawan lokal, dan perangkat desa. Semuanya bekerja bahu-membahu, menciptakan suasana penuh kebersamaan yang terasa sangat hangat.
Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Mulai dari membantu persiapan hingga mendampingi warga saat pemeriksaan, mereka menjadi bagian penting dari gerakan ini.
Di akhir kegiatan, wajah-wajah lelah terlihat di antara panitia dan tenaga medis, namun senyum mereka tetap merekah. Lelah itu seolah terbayar lunas oleh antusiasme dan ucapan terima kasih dari warga.
Bagi warga Desa Gedangan, kehadiran tim medis ke desa mereka bukan hanya membawa manfaat langsung, tapi juga menyentuh sisi emosional.
“Saya sangat bersyukur dan senang dengan kegiatan ini. Biasanya untuk periksa tekanan darah saja harus ke puskesmas yang lumayan jauh. Tapi hari ini kami bisa periksa, dapat obat, bahkan ikut senam bareng. Terima kasih untuk RS PKU Muhammadiyah dan semua yang terlibat,” ujar Yanti salah satu pasien sambil tersenyum setelah mengikuti pemeriksaan.









