Perbaikan Pamsimas Bareng Jombang Berjalan Bertahap, Ini Kendalanya

Pemuda Karang Taruna Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Bareng, Jombang, bersama warga dan pemerintah desa setempat melakukan perbaikan jaringan pipa. (Wahyu/Kabar Jombang)
  • Whatsapp

BARENG, KabarJombang.com – Perbaikan jaringan Pamsimas di Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, masih terus dikebut oleh warga. Meski sebagian besar sambungan sudah kembali berfungsi, distribusi air bersih belum sepenuhnya normal karena masih ada pipa yang bocor dan terputus.

Kepala Desa Kebondalem, Faisol Zakariya, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti sambungan yang belum teraliri air karena belum melakukan pengecekan menyeluruh terbaru.

Baca Juga

“Sudah diperbaiki oleh warga, tetapi belum sepenuhnya bisa karena saluran yang bocor dan putus. Tetapi sudah tidak banyak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).

“Untuk jumlah pasti saluran yang belum bisa dipakai, kami belum cek lokasi. Yang jelas, sudah banyak yang berfungsi daripada yang belum, karena masih diperbaiki,” imbuhnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang PSU Dinas Perkim Jombang, Sri Rahayu, menegaskan bahwa jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Kebondalem merupakan aset desa. Pengelolaan distribusi sepenuhnya berada di tangan Kelompok Pengelola SPAM (KPSPAM) desa.

“Untuk jaringan SPAM Desa Kebondalem merupakan aset desa, jadi kami hanya bisa membantu sebatas perbaikan pompa dan tandon airnya. Karena pengelola SPAM adalah KPSPAM desa, yaitu kelompok masyarakat sendiri. Perkim sendiri anggaran pemeliharaan sangat terbatas,” ujar perempuan yang akrab disapa Yayuk ini.

Yayuk menambahkan, pihaknya belum menerima permohonan bantuan material pipa dari pemdes karena anggaran Perkim saat ini diprioritaskan untuk pemeliharaan sumur bor. Kendati demikian, ia memastikan pompa Pamsimas di lokasi telah berfungsi optimal setelah sebelumnya diberikan bantuan perbaikan senilai kisaran tertinggi sekitar Rp 12 juta per titik pada Kamis (22/10/2026) lalu.

“Kalau laporan dari teman-teman di lapangan sudah optimal. nanti kami koordinasikan lagi,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pemeliharaan sumur dilakukan secara berkala melalui pengurasan (flushing) menggunakan kompresor angin. “Dikuras dengan kompresor angin (flushing). Itu dilakukan tahunan, bahkan bisa lebih,” terangnya.

Lantaran distribusi air dari Pamsimas belum sepenuhnya menjangkau seluruh rumah warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang tetap siaga. BPBD secara rutin memasok 10.000 liter air bersih setiap dua hari sekali.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (31/10/2026), truk tangki BPBD tampak masih menyuplai air bersih ke empat toren penampungan bantuan dari BPBD Jawa Timur yang dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berita Terkait