Meski Mulai Hujan, Tiga Dusun di Jombang Masih Bergantung Pasokan Air

Warga terdampak sumber air mengering harus mengambil air bersih dari bantuan BPBD Jombang. (Istimewa)
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Hujan yang mengguyur Kabupaten Jombang selama dua hari belum membuat warga di tiga dusun terbebas dari krisis air bersih. Hingga Jumat (30/10/2026) masyarakat di Dusun Jiporapah dan Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, serta Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

BPBD masih menyalurkan air sebanyak 10 ribu liter untuk masing-masing dusun dalam setiap pengiriman. Distribusi dilakukan secara bergiliran dengan jadwal dua hari sekali. Jumat (30/10/2026) penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung di Desa Jiporapah.

Baca Juga

Supervisor BPBD Jombang Stevy Maria, yang akrab disapa Pepy, mengatakan, hujan yang turun pada Selasa dan Rabu (27–28/10) belum mampu memulihkan sumber air yang digunakan masyarakat. Kondisi sumur warga di wilayah terdampak juga masih belum normal.

“Iya memang Selasa dan Rabu kemarin hujan turun, termasuk di dua desa tersebut. Namun, hujan itu belum memulihkan sumber air di dusun-dusun yang terdampak. Air sumur warga masih belum normal,” ujarnya.

Menurut Pepy, BPBD masih akan melanjutkan distribusi air bersih setidaknya hingga akhir pekan ini. Selanjutnya, petugas akan mengevaluasi kondisi sumber air di masing-masing wilayah untuk menentukan keberlanjutan bantuan.

Jika sumber air warga masih belum pulih, pengiriman air bersih akan diteruskan. Sebaliknya, apabila sumur sudah kembali normal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, distribusi bantuan akan dihentikan.

“Kami pantau lagi nanti. Kalau memang masih kering, ya kami lanjutkan dropping. Tetapi kalau sumber airnya sudah pulih dan normal, tentu kami hentikan,” jelasnya.

Sebelumnya, krisis air bersih di Desa Jiporapah melanda Dusun Jiporapah dan Brangkal. Berdasarkan data BPBD, kedua dusun tersebut dihuni sekitar 400 kepala keluarga (KK) atau 1.140 jiwa.

Kondisi serupa juga dialami warga Dusun Ngares, Desa Kebondalem, yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat menyusutnya sumber air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di Desa Jiporapah, kerusakan pompa Pamsimas turut memperburuk kondisi ketersediaan air. Sementara itu, warga Dusun Brangkal kesulitan memanfaatkan fasilitas Pamsimas karena air yang dialirkan dari sumbernya terasa asin.

Sebelum memperoleh bantuan distribusi air dari BPBD, sebagian warga terpaksa mencari air di sungai yang mulai mengering. Mereka menggali lubang di dasar sungai untuk mendapatkan air yang digunakan memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci.

Berita Terkait