JOMBANG, KabarJombang.com – Angin kencang disertai hujan deras merusak puluhan rumah warga dan sejumlah kios di tiga kecamatan di Kabupaten Jombang, Rabu (28/10/2026) sore. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kudu, Plandaan, dan Megaluh.
Hingga Rabu sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan. Jumlah pasti rumah dan kios terdampak, termasuk ada atau tidaknya data korban.
Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria atau yang akrab disapa Pepi, membenarkan adanya laporan kerusakan akibat angin kencang di sejumlah wilayah tersebut.
“Laporan sampai sore ini, angin kencang merusak atap rumah. Untuk detail jumlah rumah yang terdampak masih dilakukan pendataan,” jelasnya, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan laporan sementara, kerusakan terjadi di Desa Katemas, Kecamatan Kudu, kemudian Desa Pucangsimo dan Dusun Sambiroto, Desa Plandaan, Kecamatan Plandaan, serta Desa Megaluh, Kecamatan Megaluh.
Desa Katemas menjadi salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup banyak. Angin kencang yang menerjang sekitar pukul 16.00 WIB menerbangkan atap puluhan rumah dan sejumlah kios milik warga. Selain itu, pohon di tepi jalan juga dilaporkan roboh.
BPBD Jombang masih menghimpun data untuk memastikan jumlah bangunan yang rusak di seluruh wilayah terdampak. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada angka pasti mengenai total rumah dan kios yang rusak maupun laporan terperinci mengenai korban akibat angin kencang tersebut.
Sebelumnya, Bencana angin puting beliung menerjang kawasan Dusun/Desa Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa yang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang ini menyebabkan puluhan rumah dan kios warga mengalami kerusakan.
Menurut keterangan warga setempat, Rohman (42), peristiwa tersebut bermula saat hujan deras turun sekitar 30 menitan yang kemudian disusul oleh terjangan angin puting beliung selama 15 menit.









