JOMBANG, KabarJombang.com- Untuk penginapan bagi sebanyak 3.370 peserta resmi muktamar Muktamar NU ke 35 di Tambakberas Jombang yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan sebanyak 16 gedung pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Seluruh lokasi akomodasi telah melalui proses survei dan dinyatakan layak Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) guna mendukung kelancaran pelaksanaan forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh, mengatakan penginapan peserta dipusatkan di 16 gedung sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi yang tersebar di enam titik di kawasan pesantren.
Menurutnya, konsep akomodasi terpusat diterapkan untuk memudahkan mobilitas peserta sekaligus memastikan seluruh rangkaian agenda muktamar dapat diikuti secara optimal.
“Penginapan muktamirin ditempatkan di gedung-gedung sekolah dan madrasah. Total ada enam titik yang sebelumnya telah disurvei dan disetujui oleh PBNU,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Panitia menyiapkan total 314 ruangan yang tersebar di sejumlah lembaga pendidikan, meliputi Madrasah Aliyah Unggulan, kompleks Madrasah Muallimin Muallimat Atas (MMA) Kampus 1, Kampus 2, dan Kampus 3, Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Tambakberas, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Tambakberas, serta Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA).
Seluruh fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menampung 3.370 peserta resmi Muktamar ke-35 NU.
Selain menyiapkan ruang penginapan, panitia juga melengkapi sejumlah fasilitas sesuai kebutuhan peserta. MTsN 3 Tambakberas menyediakan ruang berpendingin udara, sedangkan IAIBAFA menyiapkan ruangan khusus bagi para kiai dan jajaran pengurus Nahdlatul Ulama.
Gus Rozaq menjelaskan, pemanfaatan gedung-gedung pendidikan sebagai penginapan menjadi solusi untuk menghadirkan akomodasi yang terintegrasi di sekitar lokasi penyelenggaraan muktamar sehingga peserta tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju arena persidangan maupun lokasi kegiatan lainnya.
“Dengan demikian, peserta tidak perlu menempuh perjalanan jauh menuju arena persidangan maupun lokasi kegiatan lainnya,” terangnya.
Selain mendukung kelancaran penyelenggaraan muktamar, keberadaan ribuan peserta selama lima hari pelaksanaan juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Aktivitas para muktamirin diyakini mampu menggerakkan sektor perdagangan, jasa, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut dilibatkan dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang.









