Lewat Ruang Perjumpaan Murid, SMPN 1 Mojowarno Hadirkan MPLS Ramah yang Humanis

Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS._1
Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS._1
  • Whatsapp

MOJOWARNO,KabarJombang.com- Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Mojowarno menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengusung tema “MPLS Ramah”, sekolah tidak hanya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi, perundungan maupun perpeloncoan, tetapi juga menghadirkan inovasi Ruang Perjumpaan Murid, sebuah program yang menjadi wadah bagi peserta didik baru untuk mengenali diri, menyampaikan cita-cita, tantangan, hingga kekhawatiran mereka melalui pendekatan yang hangat bersama wali kelas.

Sebanyak 288 peserta didik baru mengikuti MPLS yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 dengan tujuan membangun proses adaptasi yang menyenangkan sekaligus memperkuat karakter sejak hari pertama bersekolah.

Baca Juga

Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS.
Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS.

Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muhammad Amrullah, S.Pd., mengatakan konsep MPLS Ramah diterapkan agar setiap peserta didik memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan saat memasuki lingkungan sekolah baru.

“Kami ingin anak-anak yang baru masuk merasa nyaman. Tidak ada intimidasi, tidak ada perpeloncoan. Semua kegiatan kami desain untuk kenyamanan anak-anak agar tercipta suasana yang ramah dan menyenangkan,” ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Mojowarno, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan MPLS mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi tersebut telah mengatur materi pembelajaran mulai hari pertama hingga hari kelima, sementara sekolah diberikan keleluasaan mengembangkan bentuk kegiatan sesuai karakteristik dan budaya sekolah.

Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS._2
Momen Pembukaan MPLS Ramah di SMPN 1 Mojowarno, Plt Kepala SMPN 1 Mojowarno, Ahmad Zakqi Yamani Lating, S.Pd., memimpin langsung pembukaan MPLS._2

“Kegiatan MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Materi dari hari pertama sampai hari kelima sudah diatur secara rinci, sedangkan bentuk kegiatannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sekolah,” jelasnya.

Salah satu program kegiatan yang unik dalam pelaksanaan MPLS di SMPN 1 Mojowarno tahun ini adalah Ruang Perjumpaan Murid. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang komunikasi antara wali kelas dan peserta didik baru untuk membangun hubungan personal sejak awal masuk sekolah.

Melalui kegiatan tersebut, setiap wali kelas mengajak peserta didik mengenali dirinya sendiri, mulai dari cita-cita yang ingin diraih, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai kekhawatiran maupun permasalahan yang mereka rasakan saat memasuki jenjang pendidikan baru. Setelah itu, wali kelas bersama peserta didik berdiskusi mencari solusi sekaligus memberikan motivasi agar mereka lebih percaya diri menjalani proses belajar di SMP.

Muhammad Amrullah, S.Pd., pendekatan tersebut sengaja dirancang agar hubungan antara guru dan peserta didik terbangun melalui komunikasi yang hangat, terbuka, dan penuh empati. Dengan begitu, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang.

“Ruang Perjumpaan Murid ini menurut saya sangat unik. Anak-anak diajak mengenali dirinya sendiri, menyampaikan cita-cita, tantangan, kekhawatiran, hingga berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Di akhir sesi, wali kelas memberikan motivasi sekaligus mengajak anak-anak memikirkan solusi bersama. Semua dilakukan dengan pendekatan dari hati ke hati, seperti hubungan antara orang tua dengan anaknya,” tuturnya.

Komitmen menghadirkan MPLS yang ramah juga diwujudkan melalui keputusan sekolah untuk tidak melibatkan pihak luar dalam kegiatan latihan baris-berbaris. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh guru dan didampingi pengurus OSIS agar hubungan antara peserta didik dengan warga sekolah dapat terjalin lebih erat sejak hari pertama.

Sebelum mendampingi peserta didik baru, seluruh panitia dan pengurus OSIS terlebih dahulu mendapatkan pembekalan. Sekolah menegaskan pengurus OSIS bukanlah senior yang bertugas memberi hukuman, melainkan kakak asuh yang mendampingi adik kelas dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

“Kami menetapkan standar pelayanan kepada peserta didik baru. Anak-anak OSIS kami briefing setiap pagi dan sore. Kami tekankan bahwa peran mereka bukan sebagai senior, tetapi sebagai kakak asuh yang mendampingi adik-adiknya dengan kasih sayang. Tidak boleh ada bentakan ataupun hukuman. Yang kami inginkan, anak-anak hanya merasakan suasana yang ramah dan menyenangkan, tetapi materi tetap tersampaikan dengan baik,” tegasnya.

Selain membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, MPLS dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat pendidikan karakter. SMPN 1 Mojowarno memiliki program pembiasaan yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai positif kepada seluruh peserta didik, salah satunya melalui penguatan karakter kepemimpinan sejak awal mereka memasuki bangku SMP.

Muhammad Amrullah, S.Pd., mengatakan setiap peserta didik terus diberikan keyakinan bahwa mereka merupakan calon pemimpin masa depan yang harus memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.

“Saya selalu menekankan kepada anak-anak bahwa mereka adalah calon pemimpin. Karena itu, mereka harus memiliki karakter yang baik, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan. Alhamdulillah, baru memasuki hari ketiga pelaksanaan MPLS, perubahan itu sudah mulai terlihat. Anak-anak menunjukkan kedisiplinan yang sangat baik, mulai dari datang tepat waktu, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, hingga mampu menaati aturan sekolah. Ini menjadi awal yang positif dalam membentuk karakter kepemimpinan mereka,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMPN 1 Mojowarno berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki motivasi belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi.

“Harapan kami, dengan MPLS yang ramah dan menyenangkan, anak-anak semakin bersemangat datang ke sekolah. Ketika semangat belajar tumbuh, prestasi pun akan meningkat. Kami ingin mereka mengawali perjalanan di SMP dengan pengalaman yang menyenangkan, tidak menakutkan, dan penuh kehangatan sehingga muncul motivasi, rasa percaya diri, serta kecintaan terhadap sekolah,” pungkasnya.

TIMELINE BERITA

Berita Terkait