Gandeng TNI-Polri, SMPN 2 Perak Jombang Gelar MPLS Karakter: Dari Latihan PBB, Aksi Satu Anak Satu Pohon, hingga Edukasi Bahaya Judi Online

  • Whatsapp

KabarJombang, PERAK – Mengawali tahun ajaran baru 2026/2027, SMP Negeri 2 Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur resmi menggelar masa orientasi bagi ratusan siswa barunya. Pada tahun ajaran kali ini, sekolah tersebut menerima sebanyak 224 murid baru yang terbagi ke dalam 7 kelas atau rombongan belajar (rombel). Guna menyambut para siswa baru tersebut, pihak sekolah telah menyiapkan serangkaian kegiatan edukatif yang berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap lingkungan.

Untuk menumbuhkan kedisiplinan dan mental yang tangguh, SMPN 2 Perak bersinergi langsung dengan jajaran TNI dari Koramil setempat guna memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Kegiatan ini sengaja dikemas secara berkesinambungan dengan program kepedulian lingkungan yang dijadwalkan pada hari Kamis.

Baca Juga

“Terus kita juga kerjasama dengan pihak Koramil untuk latihan PBB. Kegiatan tersebut dimasukkan di hari Kamis karena berkaitan dengan kegiatan anak-anak yang menanam, dengan tema ‘Aku dan Lingkunganku’. Jadi kegiatannya bersambung, dari Koramil kemudian diajak menumbuhkan cinta lingkungan dengan membawa tanaman, satu anak satu pohon,”Ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Perak Abdul Rohman,S.Pd, saat menjelaskan rincian program.

Tidak hanya membangun kedisiplinan dan keasrian lingkungan sekolah, SMPN 2 Perak juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan moral para siswanya dari ancaman luar. Pihak sekolah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak Kepolisian untuk memberikan pembekalan dan benteng preventif bagi siswa. Sesi sosialisasi dari kepolisian ini dijadwalkan langsung setelah aksi menanam pohon selesai dilakukan.

Kegiatan MPLS SMPN 2 Perak
Kegiatan MPLS SMPN 2 Perak

“Ada juga kerjasama dengan kepolisian setelah kegiatan menanam anak-anak, yang memberikan sosialisasi kenakalan remaja berupa bahayanya judi online sama bahayanya napza. Kita menandatangani MoU dengan Kepolisian. Konsep sosialisasi ini tidak hanya untuk kelas 7 saja, tapi semua. Makanya kita duduk bersama dengan kurikulum, jadwalnya saling mengisi untuk kelas 8 dan 9 disesuaikan,” Tambah Waka Kesiswaan Sulistiyorini.

Melalui padatnya agenda yang dijadwalkan berlangsung penuh selama satu minggu ini, manajemen sekolah menaruh harapan besar agar masa orientasi tidak sekadar menjadi seremonial belaka. MPLS dirancang untuk menjadi batu pijakan pertama bagi para siswa dalam membentuk kebiasaan-kebiasaan positif di lingkungan sekolah yang baru.

“Ini seminggu ini full untuk MPLS. Harapannya, kalau saya nanti lebih cocok menghasilkan anak-anak yang punya karakter. Karena dia menggunakan lingkungan sekolah baru, menumbuhkan rasa semangat untuk memiliki semangat untuk menjadikan prioritas di dalam kegiatan pembelajaran dia. Sehingga kita lebih punya harapan menumbuhkan karakter baru dengan pembiasaan-pembiasan baru yang kita miliki di sekolah kita,”Pungkas Sulistyorini.

TIMELINE BERITA

Berita Terkait