JOMBANG, KabarJombang.com-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang kembali menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan XXVI sebagai tahapan awal bagi calon anggota PWI.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Green Red Syariah Jombang pada Sabtu hingga Minggu (11–12/7/2026) itu diikuti puluhan wartawan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sebanyak 41 peserta mengikuti orientasi tersebut. Rinciannya, 25 peserta berasal dari Jombang, enam dari Banyuwangi, masing-masing tiga peserta dari Kediri dan Nganjuk, dua peserta dari Surabaya, serta masing-masing satu peserta dari Mojokerto dan Blitar.
Ketua PWI Kabupaten Jombang, Muhammad Mufid, mengatakan OKK merupakan syarat wajib yang harus ditempuh calon anggota PWI sebelum bergabung secara resmi dalam organisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai organisasi, kode etik jurnalistik, hingga regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan profesi wartawan.
Ia menjelaskan, seorang jurnalis tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis berita yang baik, tetapi juga harus memahami aturan yang mengatur profesinya, termasuk Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI.
“OKK merupakan gerbang awal bagi wartawan untuk mengenal lebih dekat organisasi PWI dan memahami bagaimana menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, beretika, serta sesuai dengan Undang-Undang Pers dan aturan organisasi,” ujar Mufid saat memberikan sambutan.
Mufid juga menilai derasnya arus informasi di era digital menuntut insan pers semakin cermat dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Karena itu, menurut dia, integritas, independensi, dan akurasi harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap produk pemberitaan agar kepercayaan masyarakat terhadap media tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kini mulai memengaruhi dunia jurnalistik.
Ia menilai teknologi memang mampu membantu proses produksi berita, namun tidak dapat menggantikan prinsip-prinsip dasar yang menjadi ruh profesi wartawan.
“Di era AI saat ini, tantangan terbesar pers adalah menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat. Teknologi bisa membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak bisa menggantikan nilai-nilai dasar profesi seperti verifikasi, independensi, dan tanggung jawab terhadap kebenaran informasi,” kata Lutfil.
Menurut Lutfil, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan komitmen menjaga etika jurnalistik.
Ia berharap seluruh peserta OKK mampu menjadi wartawan yang profesional, kritis, serta tetap mengedepankan proses verifikasi dalam setiap pemberitaan.
Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, yang hadir mewakili Bupati Jombang.
Ia menilai keberadaan pers yang profesional memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jombang mengapresiasi pelaksanaan OKK ini sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Pers yang kuat dan kredibel merupakan mitra penting pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Endro berharap orientasi tersebut dapat melahirkan wartawan yang tidak hanya menguasai teknik jurnalistik, tetapi juga memiliki integritas dan komitmen tinggi dalam menjaga etika profesi di tengah perubahan teknologi yang terus berkembang.
“Semoga dari OKK ini, lahir insan pers yang semakin profesional, kompeten, dan mampu menjaga marwah jurnalisme di tengah perubahan zaman yang semakin cepat,” pungkasnya.









