JOMBANG, KabarJombang.com – Sejumlah warga di Kabupaten Jombang mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir.
Selain frekuensinya yang cukup sering, masyarakat juga menyoroti minimnya informasi dari pihak PLN terkait penghentian sementara pasokan listrik tersebut.
Salah satu warga Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito, Puji Widodo, mengaku aktivitas sehari-harinya terganggu akibat pemadaman yang terjadi beberapa kali dalam rentang waktu berdekatan.
Ia mengatakan masyarakat kerap tidak mendapatkan pemberitahuan sebelum listrik dipadamkan sehingga sulit melakukan persiapan.
“Kalau listrik padam tidak ada pemberitahuan. Tapi kalau telat bayar listrik langsung ada surat pemberitahuan,” ujar Puji, Jumat (19/6/2026).
Menurut Puji, pada Kamis (18/6/2026), listrik di wilayahnya pertama kali padam sekitar pukul 00.40 WIB. Setelah sempat kembali normal, pasokan listrik kembali terhenti pada siang hari sekitar pukul 13.46 WIB.
Kondisi tersebut, lanjutya, cukup mengganggu berbagai aktivitas warga yang bergantung pada perangkat elektronik dan pasokan listrik yang stabil.
Keluhan serupa juga datang dari Wawan, warga Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. Ia mengungkapkan bahwa pemadaman listrik terjadi pada siang hari dan berlangsung cukup lama tanpa adanya informasi resmi yang diterima masyarakat.
Wawan menilai komunikasi dari pihak penyedia listrik masih perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat mengetahui penyebab serta perkiraan durasi pemadaman.
“Tidak ada pemberitahuan di akun resmi Instagram. Informasi terakhir yang diunggah sudah dua hari lalu,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas usaha dan pelayanan yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Purnama Hadi, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Ia mengaku listrik di lingkungannya sempat padam sejak sore hingga malam hari beberapa waktu lalu tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.
“Tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba padam sampai malam,” tutur Purnama.
Meski demikian, masyarakat berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal terkait rencana pemadaman agar warga memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan meminimalkan potensi kerugian yang ditimbulkan.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang, Irham Maulana, menjelaskan bahwa beberapa pemadaman yang terjadi merupakan bagian dari pekerjaan teknis pada sistem kelistrikan.
Ia menerangkan bahwa salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah penggantian komponen pada gardu induk. Demi menjaga keselamatan petugas selama proses pengerjaan, pasokan listrik harus dihentikan sementara.
“Semalam ada komponen rumah pembatas di gardu yang perlu diganti. Untuk proses penggantian itu, suplai listrik harus dipadamkan sementara,” jelas Irham.
Selain itu, PLN juga tengah melakukan peningkatan kapasitas transformator di wilayah Perak dan sekitarnya guna memperkuat sistem distribusi listrik dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan pelanggan.
Irham mengatakan pekerjaan peningkatan kapasitas trafo tersebut mengharuskan penghentian sementara aliran listrik dari gardu selama proses berlangsung.
“Untuk daerah Gadingmangu dan Perak memang ada kegiatan uprating kapasitas trafo. Untuk pekerjaan tersebut perlu dilakukan penghentian sementara suplai listrik dari gardu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jaringan dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik serta menjaga kualitas layanan kepada pelanggan.









