Antisipasi Kemarau Panjang, DPC PDIP Jombang Buka Lahan Pangan untuk Warga

Foto: Momen pembukaan lahan Posko Ketahanan Pangan DPC PDIP Jombang. (Istimewa/KabarJombang)
  • Whatsapp

TEMBELANG, KabarJombang.com – Menghadapi ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang membuka lahan ketahanan pangan di Kecamatan Tembelang. Program ini memberi akses bagi warga untuk memanen sayuran secara gratis sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.

Lahan ketahanan pangan tersebut diresmikan pada Minggu (26/4/2026) dan dikelola secara gotong royong oleh pengurus partai bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang. Sejumlah komoditas hortikultura ditanam di lokasi itu, di antaranya cabai, kangkung darat, dan beluntas, yang dinilai memiliki nilai ekonomis serta mudah dibudidayakan.

Baca Juga

Ketua pelaksana kegiatan, Bambang Suirman, mengatakan program ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi krisis pangan akibat dampak cuaca ekstrem. Ia berharap keberadaan lahan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Ini bentuk antisipasi dini agar masyarakat tetap memiliki akses pangan di tengah potensi kekeringan berkepanjangan,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan seluruh hasil panen dari lahan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat, terutama warga yang terdampak kondisi cuaca ekstrem, dan bukan untuk kepentingan internal partai.

“Warga dipersilakan memanfaatkan hasil panen secara langsung, sehingga bisa meringankan beban pengeluaran keluarga,” ucapnya.

Sebelumnya, DPC PDI Perjuangan Jombang juga menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan langkah mitigasi menghadapi anomali iklim. Dalam rapat tersebut, kader partai diminta aktif mendampingi masyarakat dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menyampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menimbulkan dampak luas, baik terhadap sektor pertanian maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Dampaknya tidak hanya pada pertanian, tetapi juga kehidupan masyarakat secara umum,” katanya.

Ia juga menginstruksikan kader untuk mendorong masyarakat menanam tanaman tahan kekeringan di sekitar rumah, seperti cabai dan bayam, sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan.

Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan turut menjadi perhatian. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan cadangan air dengan memanfaatkan sisa musim hujan, termasuk melalui pembuatan sumur resapan.

“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak perubahan iklim sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan pangan di wilayah Jombang,” pungkasnya.

Berita Terkait