Jombang Nihil Kasus Influenza A, RSUD Tetap Siaga Antisipasi Penularan

Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
  • Whatsapp

JOMBANG, KabarJombang.com – Hingga pertengahan Januari 2026, Kabupaten Jombang masih belum menemukan kasus Influenza A. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang memastikan belum ada pasien dengan infeksi virus tersebut yang menjalani perawatan.

Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan kondisi ini diharapkan dapat terus terjaga. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu ditemukan kasus.

Baca Juga

“Sampai saat ini belum ada laporan kasus Influenza A di Jombang. Mudah-mudahan tidak ada,” ujar dr. Pudji, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan, RSUD Jombang siap menangani pasien apabila kasus Influenza A muncul. Seluruh prosedur penanganan, termasuk isolasi pasien, akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Jika ditemukan kasus, pasien akan langsung diisolasi dan ditangani sesuai ketentuan medis yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan menyusul ditemukannya sejumlah kasus Influenza A di beberapa wilayah Indonesia. Meski secara nasional situasi dinilai masih terkendali, potensi penularan di daerah tetap perlu diantisipasi.

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem surveilans, pelaporan kasus, serta kesiapan fasilitas layanan kesehatan. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.

“Masyarakat tidak perlu panik. Influenza A sejauh ini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan influenza lainnya. Namun upaya pencegahan tetap harus dilakukan,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).

Berdasarkan data nasional hingga akhir Desember 2025, tercatat puluhan kasus Influenza A subtipe A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Kelompok anak-anak dan perempuan tercatat sebagai yang paling banyak terpapar.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa hasil surveilans menunjukkan varian Influenza A(H3) masih menjadi yang dominan di Indonesia. Ia juga menyebut tren kasus nasional mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus Influenza A(H3N2) subclade K di delapan provinsi. Mayoritas terjadi pada perempuan dan anak-anak,” ungkapnya dalam rilis resmi Kemenkes RI, 31 Desember 2025.

Pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) terhadap ratusan sampel menunjukkan seluruh varian yang beredar merupakan strain yang telah dikenal secara global dan masih dalam pemantauan sistem surveilans Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebagai informasi, Influenza A merupakan infeksi virus saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala demam mendadak, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, serta nyeri otot dan sendi.

Berita Terkait